Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Akuisi Netflix terhadap Warner Bros.

8 Desember 2025 14:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Akuisi Netflix terhadap Warner Bros.
Isu soal Netflix yang mengakuisisi Warner Bros. menimbulkan sederet pro kontra. Simak ulasannya di sini.
kumparanHITS
Ilustrasi logo Netflix dan Warner Bros. Foto: Netflix
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Netflix dan Warner Bros. Foto: Netflix
Beberapa pengguna Netflix menerima surel yang isinya informasi soal pihak Netflix yang telah mengakuisisi Warner Bros. Isinya kurang lebih seperti ini:
"Baru-baru ini, kami (Netflix) mengumumkan bahwa akan mengakuisisi Warner Bros., termasuk studio film dan televisinya, HBO Max dan HBO. Ini menyatukan layanan hiburan terkemuka kami dengan kisah-kisah ikonik Warner Bros., menghadirkan beberapa film favorit dunia seperti Harry Potter, Friends, The Big Bang Theory, Casablanca, Game of Thrones, dan DC Universe bersama Stranger Things, Wednesday, Squid Game, Bridgerton, dan KPop Demon Hunters," tulis Netflix lewat surel.
Isu beberapa tahun belakangan soal Netflix mengakuisisi warisan sejarah Warner Bros. Discovery akhirnya jadi kenyataan.
Beberapa orang menduga, karya ikonik Batman, Harry Potter, hingga The Lord of the Rings, yang selama satu abad menjadi raja di layar lebar, akan disederhanakan menjadi konten di layar ponsel pengguna Netflix.

Statement Petinggi Netflix

Netflix, sebagai adidaya streaming terbesar abad ini punya ambisi besar yang pernah digaungkan oleh Ted Sarandos, Co-CEO Netflix.
Bagi Sarandos, bioskop sekadar romantisasi masa lalu. Dalam laporan dari The New York Times, Netflix secara konsisten menolak tunduk pada aturan jendela tayang bioskop. Waktu 45 hari tayang di bioskop untuk membuktikan sebuah kualitas film, di mata para petinggi Netflix sudah tidak relevan lagi.
"Nostalgia terhadap bioskop tidak boleh menghalangi inovasi," ujar Sarandos.
Sarandos menegaskan bahwa menonton film yang luar biasa tidak ditentukan oleh ukuran layar, melainkan kekuatan cerita dan kenyamanan penonton.
"Mengapa harus memaksa orang keluar rumah, menyetir, dan membayar mahal jika mereka bisa mendapatkan kualitas yang sama di sofa ruang tamu mereka?" tanya Sarandos, dalam satu kesempatan.

Ketakutan Para Penulis (WGA)

Suara kecemasan pun datang dari para pekerja, seperti Writers Guild of America (WGA). Mereka adalah serikat penulis yang baru saja melewati masa mogok panjang.
Setelah kabar Netflix mencaplok Warner Bros. muncul, WGA mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan ada bahaya monopoli.
Laporan resmi terkait konsolidasi media menyatakan WGA menilai semakin sedikit perusahaan yang menguasai Hollywood (seperti Netflix membeli WB), semakin kecil pula daya tawar para pekerja kreatif.
"Konsolidasi vertikal membatasi pilihan, menurunkan upah, dan mematikan keberagaman cerita," tulis WGA.
Apabila Netflix menguasai Warner Bros., Netflix memegang kunci arsip budaya pop. Mereka bisa memutuskan film mana yang "hidup" (dibuat ulang/remake) dan mana yang "mati" (dihapus dari server demi pajak), tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Prediksi Pakar

Lantas, apa yang akan benar-benar terjadi dalam budaya pop penonton dunia ketika skenario Netflix dan Warner Bros. resmi berjalan?
Analis media dari Wall Street Journal dan pakar industri hiburan, seperti dilansir USA Today, memprediksi adanya perubahan drastis dalam lanskap bioskop.
Mereka memperkirakan film dengan budget menengah akan hilang ditelan algoritma. Bioskop hanya akan menjadi tempat untuk film besar seperti Avatar atau Avengers. Drama, komedi, dan film eksperimental yang dulu menjadi keahlian Warner Bros., akan punah dari bioskop dan langsung masuk ke streaming.
lustrasi logo Warner Bros. Foto: Shutterstock
Selain itu, menurut para pakar, dalam waktu dekat algoritma siap mengatur selera. Budaya pop tidak lagi dibentuk oleh visi sutradara gila, tapi oleh data. Jika data Netflix mengatakan penonton suka film aksi 90 menit dengan aktor A, maka konten jenis itulah yang akan diproduksi Warner Bros. secara massal. Keunikan dan keragaman film akan mati demi efisiensi konten.
Akuisisi Netflix terhadap Warner Bros. mungkin menjadi kemenangan besar bagi raksasa digital, namun bagi pecinta film seperti Christopher Nolan dan James Cameron, ini adalah lonceng kematian bagi bioskop itu sendiri.

Warner Bros. Diakuisi Netflix, Bagaimana Nasib HBO?

Co-CEO Netflix Greg Peters buka suara soal kemungkinan HBO tetap menjadi layanan streaming terpisah. Ia menjelaskan, masih terlalu dini untuk merinci bagaimana layanan HBO akan ditata ulang setelah akuisisi selesai.
Peters menegaskan, pihaknya tetap melihat merek HBO sebagai aset penting dan diakui kuat oleh konsumen.
โ€œMasih terlalu awal untuk membahas secara spesifik bagaimana kami akan menyesuaikan layanan ini untuk konsumen," ucap Peters, dikutip dari BBC.
Ilustrasi netflix. Foto: Daniel Avram/Shutterstock
Dari sisi bisnis, Netflix memperkirakan akan memperoleh penghematan sebesar USD 2-3 miliar. Sebagian besar didapat dari penghilangan tumpang tindih pada area dukungan dan teknologi di kedua bisnis.
Kendati demikian, Netflix menegaskan, film-film produksi Warner Bros. tetap akan dirilis di bioskop. Studio televisi Warner Bros. juga tetap dapat memproduksi konten untuk pihak lain.
Sementara itu, Netflix sendiri akan tetap produksi konten eksklusif untuk platformnya.
Trending Now