Jelang Perilisan Film Ozora, Anggy Umbara Serukan Stop Bullying Lewat Bullycon
2 Desember 2025 19:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Jelang Perilisan Film Ozora, Anggy Umbara Serukan Stop Bullying Lewat Bullycon
Anggy Umbara serukan stop bullying lewat Bullycon. Simak berita lengkapnya di sini.kumparanHITS

Sebuah kendaraan mirip Rubicon menerobos kerumunan manusia di kawasan Car Free Day Sudirman Jakarta pada 30 November 2025. Terdengar suara orang-orang berteriak dan mengatakan "Stop!!" dilanjutkan dengan kata-kata "Stop bullying!!".
Rubicon tersebut bukan kendaraan sungguhan, melainkan struktur ringan yang digotong oleh belasan relawan sambil meneriakkan, "Stop bullying!" secara berulang. Di bagian Rubicon tersebut juga terdapat tulisan "Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel".
Hal itu merupakan bagian dari aksi Bullycon, yang diadakan oleh Umbara Brothers Film jelang perilisan film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel. Dalam aksi ini, sutradara film Ozora, Anggy Umbara, membawa sebuah Rubicon ke tengah keramaian Car Free Day Jakarta.
"Kalau dulu mobil ini bisa bebas bergerak tanpa konsekuensi, sekarang biar publik yang melihatnya langsung. Ada hal-hal yang tidak boleh kita lupakan begitu saja," kata Anggy dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, belum lama ini.
Pesan soal Bullying dalam Film Ozora
Bullycon menyoroti pesan mendasar dari film Ozora, yakni bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik atau verbal antar individu. Bullying bisa lahir dari sistem yang timpang, dari pihak yang merasa lebih berkuasa, dari aparat yang bertindak semena-mena, hingga dari keluarga yang memelihara budaya kekerasan.
Bullying bukan sekadar tindakan, tetapi struktur โ dan ketika kekuasaan ikut terlibat, dampaknya meluas, menimbulkan trauma yang panjang dan ketidakpercayaan pada keadilan.
Lewat Bullycon, pihak film Ozora berusaha mengajak publik untuk melihat bahwa bullying dapat hadir dalam banyak bentuk, termasuk dalam keputusan-keputusan yang memihak dan perlakuan hukum yang tidak setara.
Bullycon juga bisa menjadi ruang refleksi bahwa praktik perundungan dan kesewenangan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah atau pergaulan. Tapi juga dapat berakar dari struktur kekuasaan yang dibiarkan tanpa kontrol publik.
Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel akan tayang pada 4 Desember 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
