Paramount Salip Netflix, Tawar Warner Bros. Senilai Rp 1.801 Triliun

9 Desember 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paramount Salip Netflix, Tawar Warner Bros. Senilai Rp 1.801 Triliun
Paramount Skydance seolah mencoba menggagalkan rencana Netflix untuk akuisisi Warner Bros. Discovery.
kumparanHITS
lustrasi logo Warner Bros. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
lustrasi logo Warner Bros. Foto: Shutterstock
Perebutan raksasa dunia hiburan dunia kini semakin memanas. Paramount Skydance baru saja mengajukan tawaran fantastis untuk membeli Warner Bros. Discovery, seolah mencoba menggagalkan rencana Netflix.
Paramount, perusahaan media yang didukung oleh keluarga Ellison, mengajukan proposal pembelian langsung kepada para pemegang saham seharga 30 dolar AS per saham (sekitar Rp 477.000). Jika ditotal, tawaran Paramount untuk WB bernilai Rp 1.801 triliun.
Tawaran ini bertujuan mengambil alih seluruh bisnis Warner Bros., termasuk jaringan televisinya. Langkah ini dinilai sebagai upaya berani untuk membatalkan kesepakatan Warner Bros. dengan Netflix.
Ilustrasi paramount pictures. Foto: Twin Design/Shutterstock
Paramount mengeklaim proposal mereka adalah alternatif yang lebih unggul dibandingkan Netflix karena dua alasan utama. Pertama, mereka memberikan lebih banyak uang tunai di muka kepada pemegang saham. Kedua, peluang lebih besar bagi Paramount untuk disetujui oleh regulator (pemerintah).
Presiden AS Donald Trump sempat berkomentar bahwa transaksi Netflix dan Warner Bros. bisa jadi masalah karena isu monopoli, mengingat besarnya ukuran kedua perusahaan tersebut.
Sementara, Paramount adalah pelaku hiburan yang lebih kecil, yang dikenal dengan merek seperti CBS News, Nickelodeon, dan Mission Impossible.
Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu Warner Bros. sudah mengumumkan Netflix sebagai pemenang lelang. Kesepakatan dengan Netflix bernilai sekitar 83 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.319 triliun.
Namun, skema Netflix cukup rumit. Dilansir BBC, Netflix hanya ingin membeli studio dan jaringan streaming (termasuk HBO), sementara bagian lain seperti CNN rencananya akan dipisahkan menjadi perusahaan mandiri.

Faktor Politik dan "Orang Dalam"

Analisis di Wall Street (pusat keuangan AS) menilai penggabungan Paramount dan Warner Bros. sangat masuk akal. Cara ini akan menciptakan perusahaan raksasa baru yang punya cukup kekuatan untuk bersaing dengan Netflix dan Disney.
Selain bisnis, ada faktor politik yang kental. Keluarga Ellison (pemilik Paramount) memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump. Larry Ellison, miliarder teknologi di balik Paramount, adalah donatur besar Partai Republik.
Ilustrasi logo Netflix dan Warner Bros. Foto: Netflix
Bahkan, menantu Trump, Jared Kushner, tercatat sebagai mitra keuangan dalam dokumen kesepakatan Paramount. Hubungan ini diharapkan bisa memuluskan proses perizinan di pemerintahan.
Meski begitu, sikap Trump masih sulit ditebak. Ia mengisyaratkan kekhawatiran monopoli pada Netflix, tapi juga memuji para bos Netflix. Di sisi lain, ia baru saja mengkritik Paramount di media sosial gara-gara wawancara program 60 Minutes dengan sekutunya.
David Ellison, CEO Paramount, mengaku sudah melakukan "pembicaraan hebat" dengan Trump mengenai kesepakatan ini, namun ia tetap berhati-hati untuk tidak berbicara mewakili sang Presiden.
Kini, bola ada di tangan pemegang saham Warner Bros. untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemilik baru rumah bagi Harry Potter.
Trending Now