Pengepungan di Bukit Duri Pamit dari Bioskop dengan 1,8 Juta Penonton
5 Juni 2025 13:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pengepungan di Bukit Duri Pamit dari Bioskop dengan 1,8 Juta Penonton
Joko Anwar selaku sutradara mengucapkan terima kasih atas antusiasme penonton film Pengepungan di Bukit Duri. Selengkapnya di sini. kumparanHITS

Film produksi Come And See Pictures, Pengepungan di Bukit Duri, pamit dari bioskop Indonesia setelah meraup 1,8 juta penonton. Informasi ini dipastikan oleh sutradara Joko Anwar lewat unggahan Instagram-nya.
"Thank you for the love, the enthusiasm, and the conversation. Segenap murid dan pengajar SMA Duri pamit dari bioskop. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. What a journey," tulis Joko Anwar dikutip lewat akun @jokoanwar, Rabu (4/6).
Selanjutnya, Joko Anwar dan Come And See Pictures bakal fokus dengan film Legenda Kelam Malin Kundang garapan Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat. Film ini diadaptasi dari cerita rakyat Malin Kundang yang terkenal di Sumatera Barat.
Pengepungan di Bukit Duri Angkat Isu Rasial
Pengepungan di Bukit Duri adalah kolaborasi pertama antara Come and See Pictures, dan studio legendaris Amazon MGM Studios di Asia Tenggara.
Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar, Munggaran.
Ada juga beberapa aktor dan aktris yang debut, yaitu, Sandy Pradana, Raihan Khan, Farandika, Millo Taslim, Sheila Kusnadi, dan Shindy Huang.
Beberapa aktor senior juga turut dalam film ini, yaitu, Kiki Narendra, Lia Lukman, Emir Mahira, Bima Azriel, Natalius Chendana, dan Landung Simatupang.
Pengepungan di Bukit Duri mengikuti kisah Edwin (Morgan Oey). Isu rasial dan kerusuhan Indonesia pada 2027 diangkat dalam film ini.
Sebelum kakaknya meninggal, Edwin berjanji menemukan anak kakaknya yang hilang. Pencarian Edwin membawanya menjadi guru di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak bermasalah.
Di sana, Edwin harus berhadapan dengan murid-murid beringas sambil mencari keponakannya. Ketika Edwin menemukan anak kakaknya, kerusuhan pecah di seluruh kota dan mereka terjebak di sekolah. Mereka melawan anak-anak brutal yang kini mengincar nyawa mereka
