Perankan Buto Ijo, Pratito Wibowo Sulit Bernapas karena Kostum yang Berat

14 Januari 2026 18:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perankan Buto Ijo, Pratito Wibowo Sulit Bernapas karena Kostum yang Berat
Perankan Buto Ijo, Pratito Wibowo Sulit Bernapas karena Kostum yang Berat. Selengkapnya di sini.
kumparanHITS
Pemeran Buto Ijo, Pratito Wibowo. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pemeran Buto Ijo, Pratito Wibowo. Foto: Istimewa
Di balik sosok mengerikan Buto Ijo di film Penunggu Rumah: Buto Ijo, ada proses produksi yang penuh tantangan. Untuk menghadirkan versi yang benar-benar terasa hidup, tim produksi memilih pendekatan praktikal yang serius, terutama dalam pembuatan kostum dan prostetik.
Tim produksi menggandeng kru prostetik yang telah berpengalaman menggarap berbagai film horor Indonesia. Kostum Buto Ijo dibuat full body dan dilapisi prostetik hampir di seluruh tubuh aktor.
Hasilnya memang terlihat nyata dan menyeramkan. Namun, memakai kostum tersebut tetap menuntut pemain memiliki kondisi fisik yang baik. Adalah aktor Pratito Wibowo yang didapuk memerankan Buto Ijo.
Buto Ijo dalam film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Foto: Istimewa
Ia mengaku harus mengenakan kostum yang berat, lengket, serta minim sirkulasi udara. Bahkan, ia kerap mengalami kesulitan bernapas saat mengenakannya.
"Dalam satu sesi pengambilan gambar, kostum tersebut biasanya hanya bisa digunakan selama satu hingga dua take sebelum harus dilepas agar saya bisa kembali bernapas dan didinginkan," ungkap Pratito dalam jumpa pers yang digelar belum lama ini.
Hal senada juga diungkap oleh Gandhi Fernando selaku pemain dan juga produser serta penulis film ini. Gandhi mengatakan meski proses syuting dilakukan di dalam studio ber-AC, Pratito tetap basah kuyup lantaran udara panas di dalam kostum.
โ€œKami benar-benar harus ekstra hati-hati. Keselamatan aktor jadi prioritas. Kalau dipaksakan, apalagi di lokasi outdoor atau ruangan tanpa AC, risikonya terlalu besar,โ€ ujar Gandhi Fernando dalam kesempatan yang sama.
Gandhi Fernando di film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Foto: Istimewa
Tantangan lain muncul dari sisi desain karakter. Buto Ijo dikenal luas sebagai sosok folklor yang kerap divisualisasikan secara kartunis. Menurut Gandhi, tantangan terbesarnya adalah menghadirkan Buto Ijo ke layar lebar tanpa terkesan lucu atau berlebihan, namun tetap mempertahankan identitas dongeng yang dikenal publik.
"Harus tetap seram, tapi penonton masih merasa: ini Buto Ijo yang mereka kenal," jelasnya.
Dalam film ini, hampir seluruh tampilan Buto Ijo mengandalkan practical effect, bukan CGI. Efek digital hanya digunakan pada bagian mata, yang justru menjadi salah satu elemen tersulit.
Buto Ijo dalam film Penunggu Rumah: Buto Ijo. Foto: Istimewa
Dengan pendekatan praktikal yang matang dan desain kostum yang ekstrem, Penunggu Rumah: Buto Ijo berupaya menghadirkan horor yang lebih nyata, dekat, dan membumi.
Penunggu Rumah: Buto Ijo rencananya akan tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.
Trending Now