Piyu Restui Lagu Mahadewi Dirombak Total demi Pagelaran Sabang Merauke
4 Agustus 2025 18:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Piyu Restui Lagu Mahadewi Dirombak Total demi Pagelaran Sabang Merauke
Piyu Restui Lagu Mahadewi Dirombak Total demi Pagelaran Sabang Merauke. Selengkapnya di sini.kumparanHITS

Salah satu mahakarya dari grup musik Padi Reborn, Mahadewi, akan tampil dengan wajah baru dalam Pagelaran Sabang Merauke di Indonesia Arena, 23 dan 24 Agustus mendatang.
Sajian lagu Mahadewi dalam pagelaran kolosal ini bermula dari visi sang sutradara, Rusmedie Agus.
Gitaris Padi Reborn, Piyu, menuturkan bahwa sutradara yang akrab disapa Memed itu sejak awal memiliki sebuah konsep yang kuat untuk pertunjukannya.
"Ini berkaitan sama sutradaranya, Mas Rusmedie Agus, itu dia memang dari awal konsepnya membuat cerita-cerita daerah, tradisional, yang dikemas dalam sebuah pagelaran musik modern," kata Piyu di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
Menariknya, Piyu bercerita bahwa lagu Mahadewi memang membawa tema Nusantara. Hal ini menjadi benang merah dan membuatnya selaras dengan konsep Pagelaran Sabang Merauke.
"Mahadewi itu sebenarnya adalah sebuah cerita yang inspirasinya adalah dari cerita Jaka Tarub dan Nawang Wulan," jelas Piyu gitaris.
Kisah legendaris tersebut Piyu tuangkan ke lagu Mahadewi, cerita dewi kahyangan yang turun ke bumi dan menjalin kasih dengan manusia.
"Jadi, Mahadewi itu adalah seorang dewi yang turun ke bumi, terus habis itu dia berpacaran, akhirnya menjadi satu dengan Jaka Tarub. Itu saya ceritakan konsepnya ke Mas Memed," lanjutnya.
Piyu lalu mempresentasikan ide di balik lagu tersebut, yang disambut dengan antusias oleh Rusmedie Agus.
"Karena pas itu Mas Memed sempat ketemu sama kita di basecamp, saya ceritakan konsepnya, dia tertarik, 'wah ini yang bisa kita ambil jadi salah satu benang merah untuk Pagelaran Sabang Merauke'," tutur Piyu.
Perubahan Aransemen Menyeluruh
Piyu akhirnya merestui balada rock yang ikonik itu dirombak secara besar-besaran agar menyatu dengan konsep teatrikal Pagelaran Sabang Merauke.
Aransemen Mahadewi nantinya akan sangat berbeda dari versi yang selama ini dikenal oleh para Sobat Padi.
"Wah, perubahannya jauh banget. Karena yang mengaransemen, music directornya kan Mas Elvin, terus konduktornya Mas Avip Priatna. Semua berubah total," tutur Piyu.
Perubahan ini dilakukan agar lagu tersebut tidak terdengar timpang ketika dileburkan dalam sebuah pertunjukan teatrikal yang megah.
"Dalam artian dari sisi yang biasa kita lebih ngeband, nanti semua orang akan merasakan flow dari pagelaran itu dengan lagu itu ngeblend jadi satu," ucap Piyu.
"Kalau lagu itu dimainkan secara ngeband, terus ditempel aja di konsep pagelarannya, pasti akan jomplang. Karena kan perlu ada ritmiknya, ada dinamikanya," lanjutnya.
Di bawah tangan konduktor Avip Priatna, Piyu yakin Mahadewi siap memberikan sebuah pengalaman personal dan menyentuh bagi para penikmatnya.
"Jadi pasti akan beda. Makanya ini kita mau latihan sekarang," tutup Piyu.
Pagelaran Sabang Merauke 2025 siap menyajikan 600 seniman yang ada di panggung, dan 1500 seniman yang terlibat di proses produksi.
Tahun ini, Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway akan tampil lebih megah dengan alur cerita rakyat yang lebih kuat. Komposisi penyanyi tahun ini pun lebih beragam, dengan kehadiran tiga nama baru, yaitu Padi Reborn, Sruti Respati, dan Roland Rogers.
Sementara para pelakon yang memainkan karakter Semar, Petruk, dan Gareng adalah Butet Kartaredjasa, Indra Bekti, dan Risang Janur Wendo.
