Reza Rahadian Ungkap Alasan Tokoh Pak Jaya Tak Pernah Berdialog di Film Pangku

3 November 2025 14:16 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Reza Rahadian Ungkap Alasan Tokoh Pak Jaya Tak Pernah Berdialog di Film Pangku
Reza menepis anggapan bahwa karakter Bapak dilarang berbicara dalam film Pangku.
kumparanHITS
Teaser Poster dari Film Perdana Reza Rahadian Berjudul, Pangku. Foto: Poplicist
zoom-in-whitePerbesar
Teaser Poster dari Film Perdana Reza Rahadian Berjudul, Pangku. Foto: Poplicist
Sutradara Reza Rahadian memberikan penjelasan mengenai alasan karakter Pak Jaya yang diperankan Jose Rizal Manua tidak mengucapkan satu dialog pun saat dalam film terbaru berjudul Pangku.
Reza menepis anggapan bahwa karakter Bapak dilarang berbicara dalam filmnya. Keputusan itu diambil demi pesan yang lebih mendalam.
"Sebenarnya bukan enggak boleh bicara, tapi saya merasa bahwa keberadaan seorang Pak Jaya, suaminya Bu Maya, itu adalah gambaran bahwa mungkin tidak banyak laki-laki yang mengutarakan semua perasaannya gitu," ungkap Reza Rahadian dalam jumpa pers di Epicentrum.
Reza Rahadian saat konferensi pers jelang syuting film Heartbreak Motel dikawasan Cilandak, Jakarta, Rabu, (6/12/2023). Foto: Agus Apriyanto
"Mungkin perempuan lebih mudah menyampaikan perasaan, laki-laki itu banyak memendam, menyimpan," lanjutnya.
Pada awal film, karakter Pak Jaya digambarkan sebagai sosok tua yang tidak berdaya. Namun, Reza menjelaskan bahwa di balik keheningannya, Pak Jaya punya dampak menjelang akhir cerita.
"Ternyata dia memberikan impact towards the ending bahwa even orang yang paling sunyi pun itu punya makna dalam hidup gitu," jelas Reza.
Menurut Reza, kehadiran Pak Jaya jadi simbol kesetiaan, di mana tetap berada di sana untuk menyaksikan kepergian Sartika hingga menjauh.
"Sebenarnya itu adalah simbol, gambaran-gambaran bagaimana hubungan antar manusia aja sih," tutur Reza.
Reza menyebut latar belakang Pak Jaya pernah menjadi seorang yang produktif dan berusaha keras. Namun, krisis ekonomi membuatnya kehilangan pekerjaan dan tak berdaya.
"Dia pernah menjadi seseorang yang berusaha dan menghasilkan dan berupaya gitu, tapi kemudian krisis, pabriknya tutup, dia kehilangan pekerjaan," tutur Reza.
Melalui karakter Pak Jaya, Reza ingin menerangkan bahwa di luar sana banyak laki-laki yang mungkin kehilangan harapan setelah kehilangan pekerjaan.
"Namun sebenarnya mereka pernah dan sedang memiliki fungsi penting dalam kehidupan orang-orang di sekitarnya," ungkap Reza.

Latar Krisis Moneter

Alasan yang diungkap Reza selaras dengan latar waktu yang ditempatkan di film Pangku. Film ini berlatar krisis moneter di era 1998, peralihan masa kekuasaan Presiden Soeharto ke Presiden Habibie.
Beberapa penanda penting seperti siaran berita dan kalender menegaskan latar waktu film Pangku.
"Jadi di era itu kita tahu ekonomi sulit. Apa sih yang terjadi sebenarnya ketika ekonomi itu begitu? Orang mencari opportunity apa pun itu ketika enggak ada pilihan, yang ada depan mata kerjain, yang penting gua bisa hidup," tutur Reza.
Reza tak menyangka bahwa latar waktu dalam Pangku ternyata sangat relate dengan masa kini.
"Ada sebagian orang yang menonton itu bisa resonate di ekonomi kita sekarang ini. Mungkin kita tidak mengalami, ya Alhamdulillah, kita tidak separah di era 98 gitu. Tapi kesulitan mencari pekerjaan itu juga dirasakan masih oleh sebagian masyarakat kita," tutupnya.
Film Pangku siap tayang mulai 6 November 2025. Film ini diproduksi Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza Rahadian dan Arya Ibrahim, yang juga menjadi produser di film ini. Arya memproduseri film Pangku bersama Gita Fara. Skenarionya ditulis oleh Reza Rahadian dan Felix K. Nesi.
Trending Now