Yovie Widianto dan Kerisauannya pada Royalti Musik

11 Agustus 2025 9:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yovie Widianto dan Kerisauannya pada Royalti Musik
Yovie Widianto berharap adanya sistem pengelolaan royalti yang adil dan benar di Indonesia.
kumparanHITS
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto mengikuti pelantikan dirinya sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto mengikuti pelantikan dirinya sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Di tengah polemik mengenai hak royalti di industri musik, musisi Yovie Widianto seolah membawa oase kesejukan. Komposer yang telah melahirkan ratusan hits ini memandang karyanya sebagai jembatan rezeki bagi banyak orang.
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif ini tidak memandang persoalan royalti dengan kacamata tuntutan semata, melainkan dengan rasa syukur yang mendalam.
"Saya, sebagai komposer, semakin lagu saya bermanfaat bagi orang banyak, semakin lagu saya dibawakan oleh para pianis dan penyanyi, ini pribadi saja, saya merasa ada berkah yang besar, bahwa saya bisa berbagi penghasilan dengan teman-teman di sana," ujar Yovie Widianto, dalam sebuah diskusi, belum lama ini.
Yovie Widianto dalam acara Result and Reunion Show Indonesian Idol 2025 di studio RCTI+, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (20/5). Foto: Giovanni/kumparan
Bagi musisi berusia 57 tahun ini, perjalanan empat dekade di musik Indonesia adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. Yovie menyadari bahwa sebutan hitsmaker ulung yang disematkan kepadanya bukan semata karena kehebatannya.
"Bayangkan, saya 40 tahun berkarya, 10 tahun jadi hitsmaker aja, itu sudah rezeki besar sekali. Itu bukan masalah saya pintar, jago, atau maestro, enggak, itu karena saya pencipta lagu atas karya-karya saya," tuturnya.
Sosok di balik Kahitna dan Yovie & Nuno ini menyebut rentetan karyanya yang melegenda, dari era Glenn Fredly hingga generasi Lyodra dan Ziva Magnolya, tak lepas dari campur tangan Tuhan dan dukungan banyak orang.
"Saya enggak membayangkan jadi hits terus. Itu pasti dari kasih sayang dan doa banyak orang di sekitar saya," jelas Yovie.
Musisi Yovie Widianto menyapa awak media saat tiba di kediaman presiden terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Meski begitu, Yovie berharap pada sebuah sistem pengelolaan royalti yang adil dan benar di masa depan.
"Pada suatu saat nanti, kalau hitungannya benar, saya enggak perlu ngapa-ngapain dari royalti itu. Tapi sekarang belum. Enggak apa-apa. Saya senang kalau setiap momen ada lagu saya. Dinyanyikan semua lapisan masyarakat tanpa batas gap. Itu kan ajaib," ungkap Yovie.
Bagi Yovie, ada nilai-nilai immateriil yang tidak akan pernah bisa ditukar dengan uang. Salah satunya, momen magis saat puluhan ribu penonton di sebuah festival larut menyanyikan lagunya.
"Di festival, puluhan ribu orang menyanyikan lagu saya itu kadang membuat saya merinding, bahwa ada kebesaran Allah yang diberikan kepada saya sebagai pencipta lagu," ucap Yovie.

Yovie Widianto Ingin Perjuangkan Hak Pencipta Lagu

Yovie ikut berjuang demi kesejahteraan rekan-rekan seprofesinya. Yovie ingin para musisi, baik penyanyi maupun komposer, memiliki nasib yang baik. Kuncinya, menurut Yovie, adalah kolaborasi, bukan pertikaian.
"Saya ingin bersama sahabat saya, penyanyi dan komposer, punya nasib yang baik bagi kehidupannya. Tadi benar, lagu itu punya keunikan. Kenapa saya ingin penyanyi dan pencipta itu saling bersama dan enggak tuntut menuntut, karena lagu itu enggak akan ngetop kalau tanpa kerja sama semua itu," ujar Yovie.
Yovie menekankan pentingnya simbiosis mutualisme antara pencipta lagu dan penyanyi.
"Jadi saya enggak boleh arogan, bahwa kalau enggak ada saya (komposer), enggak sukses, kan enggak juga. Kalau enggak ada dia (penyanyi) mungkin lagu ciptaan saya enggak akan ngetop. Jadi harus imbang dalam melihat itu. Dua-duanya simbiosis mutualisme," tutupnya.
Trending Now