Imbas China-Jepang Memanas, aespa Terancam Batal Tampil di Jepang
21 November 2025 13:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Imbas China-Jepang Memanas, aespa Terancam Batal Tampil di Jepang
Baru-baru ini, sebuah petisi muncul di Jepang yang meminta agar penampilan girl group Korea Selatan, aespa, dibatalkan. kumparanK-POP

Ia mengatakan bahwa jika China menyerang Taiwan, hal itu bisa membahayakan Jepang dan membuat Jepang harus mengambil tindakan militer. China tidak terima dengan pernyataan tersebut, sehingga situasi kedua negara pun semakin panas.
Petisi ini muncul setelah NHK Jepang mengumumkan daftar para penampil untuk program spesial akhir tahun Kลhaku Uta Gassen ke-76. "Kami menuntut agar penampilan Aespa di Kohaku dihentikan," demikian bunyi pernyataan dalam bahasa Jepang dikutip dari Mirror Daily, Jumat (21/11).
Menurut laporan The Korea Herlad, lebih dari 70.000 orang telah menandatangani petisi tersebut. Mereka meminta agar aespa tidak tampil di acara musik akhir tahun paling bergengsi di Jepang.
Petisi tersebut berpendapat bahwa kehadiran aespa berpotensi merusak citra Jepang serta menyinggung para korban tragedi sejarah. Mengingat sebelumnya Ningning pernah mendapat kritikan dari para warganet Jepang atas unggahannya di media sosial di tahun 2022.
Dalam unggahan tersebut, pemilik nama asli Ning Yizhuo tersebut, memamerkan lampu berbentuk 'awan jamur bom atom'. Unggahan Ningning dianggap menyinggung sejarah tragis bom atom Hiroshima.
Beberapa pengamat mencatat bahwa Ningning berasal dari Harbin, wilayah yang berada di bawah pendudukan Jepang pada 1932-1945, sehingga mungkin memiliki sentimen anti-Jepang.
Terkait hal ini, NHK mengatakan bahwa mereka sudah mengonfirmasi kepada SM Entertainment. Pihak agensi memastikan Ningning tidak bermaksud mengejek korban bom atom.
Menurut laporan The JoongAng, tak hanya aespa yang terdampak. Fan meeting boy group Jepang JO1 juga dibatalkan karena alasan yang disebut sebagai โkeadaan yang tidak dapat dihindariโ. QQ Music di China juga memberi tahu penggemar bahwa acara VIP JO1 yang dijadwalkan minggu ini dibatalkan tanpa penjelasan lebih lanjut.
Saat ini, JO1 berada di bawah naungan Lapone Entertainment, sebuah perusahaan joint venture antara konglomerat hiburan Jepang Yoshimoto Kogyo dan raksasa hiburan Korea Selatan CJ ENM.
