5 Tips Cegah Dehidrasi pada Balita
4 Februari 2020 12:00 WIB

5 Tips Cegah Dehidrasi pada Balita
Di usia balita, anak biasanya sedang aktif-aktifnya bergerak. Hal itu membuatnya lebih rentan terkena dehidrasi. kumparanMOM

Balita umumnya lebih rentan terkena dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dibandingkan dengan orang dewasa. Penyebabnya pun banyak, seperti cuaca panas, sering beraktivitas fisik tapi kurang minum, atau terjadi infeksi saluran cerna yang membuat anak buang air besar terus-terusan.
Pada beberapa kasus, dehidrasi pada anak terlambat disadari oleh orang tua. Padahal, beberapa gejala yang terjadi pada tubuh balita bisa menjadi indikasi terjadinya dehidrasi, Moms.
Mengutip Healthy Children, dehidrasi pada balita terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu dehidrasi ringan, menengah, dan berat. Dehidrasi ringan hingga sedang ditandai dengan bibir balita yang kering, urine berwarna oranye keruh, selalu mengantuk, dan tidak keluar air mata saat menangis. Cekungan lunak pada ubun-ubun bayi juga salah satu tanda dehidrasi tingkat menengah pada si kecil.
Sedangkan tanda-tanda dehidrasi berat pada balita biasanya terlihat dari mata yang cekung, kulit yang kering dan pucat, hilangnya energi, dan selalu mengantuk sepanjang hari. Selain itu, balita juga jarang atau bahkan sama sekali tidak buang air kecil seharian. Nah, inilah yang harus Anda waspadai.
Kekurangan cairan pada balita bisa meningkatkan masalah kesehatan serius. Mulai dari kejang akibat ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh, hingga kerusakan organ ginjal akibat terlalu keras bekerja saat badan kekurangan cairan.
Karenanya penting untuk mencegah dehidrasi pada anak balita, dengan melakukan 5 cara berikut ini.
1. Perbanyak makanan berkuah
Selain dari air putih, Anda bisa mencukupi kebutuhan cairan balita dari makanan berkuah. Air kaldu pada sup akan membantu menambah asupan cairan sekaligus membuat badan si kecil lebih hangat.
Anda juga bisa membuat sup kental dari sayuran rebus seperti brokoli, wortel, atau jagung. Kandungan nutrisi pada sayur-sayuran akan membuat imunitas lebih kuat, sehingga anak tidak mudah terkena infeksi bakteri penyebab dehidrasi.
2. Beri buah-buahan untuk camilan
Moms, tidak ada salahnya memberikan buah-buahan sebagai alternatif camilan sehat untuk si kecil. Sebab, rata-rata buah memiliki kandungan air cukup untuk membantu menambah cairan tubuh saat anak susah minum.
Pilihlah buah dengan kandungan air yang tinggi seperti apel, buah naga, pepaya, atau pir. Anda bisa mengolahnya menjadi puding atau sate buah agar anak tidak bosan.
3. Biasakan anak minum air putih
Anda bisa melatih anak untuk terbiasa mengkonsumsi air putih setelah menginjak usia satu tahun. Tapi karena kapasitas rongga perut balita yang masih terbatas, jangan memaksakan si kecil untuk minum air putih dalam jumlah banyak sekaligus ya, Moms. Anda bisa memberikannya secara perlahan asalkan jumlah cairannya terpenuhi.
Agar anak semakin tertarik untuk minum, Anda juga bisa memberikan air putih menggunakan botol minum berbentuk hewan-hewan lucu atau karakter favorit si kecil.
4. Batasi minuman yang terlalu manis
Anak kecil umumnya suka dengan makanan atau minuman bercita rasa manis. Namun bila tak ingin si kecil mudah terkena dehidrasi, sebaiknya batasi konsumsi minuman dengan kandungan gula dan pemanis tinggi. Misalnya jus buah kemasan yang rasanya terlalu manis.
Kandungan gula yang tinggi bisa membuat ginjal bekerja lebih keras sehingga produksi urin pun akan meningkat. Akibatnya, tentu saja si kecil akan kekurangan cairan yang membuat risiko dehidrasi semakin tinggi.
5. Tambah asupan susu
Kandungan kalsium, karbohidrat, protein, dan elektrolit pada susu juga bisa menjadi pengganti air agar anak tidak mudah mengalami dehidrasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan McMaster University Kanada seperti dilansir Sciencedaily, susu akan menggantikan Natrium yang hilang bersama keringat sekaligus mempertahankan cairan di dalam tubuh. Susu juga bisa membantu anak tetap berenergi dan tidak mudah sakit.
Untuk anak yang masih suka bermain dan mengeksplor hal-hal baru di sekitarnya, Morinaga Chil-Kid bisa menjadi pilihan untuk membantu tumbuh kembangnya, Moms. Morinaga Chil-Kid akan bantu mendukung kecerdasan multitalenta, tumbuh kembang optimal, dan pertahanan tubuh ganda khusus untuk balita yang berusia 1-3 tahun.
Di dalam Morinaga Chil-Kid Platinum, terdapat beberapa kandungan nutrisi yang sangat baik dan lengkap untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita yang dikenal sebagai MoriCare Zigma. Kandungan tersebut di antaranya AA-DHA, Kolin, Fosfolipid, dan Alfa-Laktalbumin untuk brain care-kecerdasan multitalenta; lalu ada vitamin A&C, Zink, Nukleotida, Laktoferin, dan Pre-probiotik untuk pertahanan tubuh ganda; serta tak ketinggalan vitamin D dan Kalsium untuk tumbuh kembang optimal.
Morinaga Platinum juga satu-satunya susu khusus anak yang menambahkan Triple Bifidus yang terdiri dari Bifidobacterium breve, B longum, B Infantis, serta Prebiotik GOS untuk membantu mencegah infeksi saluran cerna da saluran nafas. Tak hanya itu, kandungan tersebut juga dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh sehingga si kecil tidak mudah sakit.
Varian Morinaga Chil-Kid pun banyak, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak. Mulai dari Morinaga Chil-Kid Soya untuk anak yang alergi protein susu sapi, Morinaga Chil-Kid P-HP, Morinaga Chil-Kid Platinum, Morinaga Chil-Kid Gold, hingga Morinaga Chil*Go! yang praktis dibawa ke mana saja. Semua rangkaian produk tersebut kini bisa Anda dapatkan melalui KALBE Store.
Tidak perlu khawatir lagi kan, si kecil tiba-tiba tidak bersemangat akibat kekurangan cairan. Memperbanyak makanan berkuah hingga memilih susu yang tepat bisa menjadi trik agar balita terhindar dari dehidrasi.
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan KALBE Nutritionals.
