Ahli Gizi: Pola Makan Konsisten Lebih Penting daripada Hilangkan Gula Total
4 Desember 2025 15:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Ahli Gizi: Pola Makan Konsisten Lebih Penting daripada Hilangkan Gula Total
Gula sering dianggap sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, sehingga banyak orang memilih untuk menghindari sepenuhnya, terutama bagi yang diet atau sedang berusaha mengurangi berat badan.kumparanMOM

Gula sering kali disalahkan sebagai sumber berbagai masalah kesehatan, hingga banyak orang berusaha keras untuk menghindarinya sama sekali, terutama bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau diet tertentu. Namun, ahli gizi bersertifikat Mac-Nutrition Uni (MNU), Alvina Olivia, mengingatkan bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Bukan Larangan Total, Ini Cara Sehat Menikmati Makanan Manis
Menurut Alvina, kunci hidup sehat bukan terletak pada menghapus total makanan manis, melainkan memahami kebutuhan tubuh, mengenali pola makan pribadi, dan membangun kebiasaan yang realistis, serta dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
βGula itu bukan musuh ya. Paling penting kita sadar dengan pilarnya itu adalah kita coba untuk kenali kebutuhan diri sendiri dari segi kalori, dari segi makro gizinya,β ucap Alvina dalam acara Peluncuran Cimory Milk No Added Sugar di Jakarta Pusat, Rabu (26/11).
Ia juga menekankan bahwa keseimbangan dan kesadaran diri jauh lebih penting daripada larangan ekstrem. Alvina memaparkan bahwa setiap orang perlu mengenali kebutuhan kalori dan makronutrisi secara pribadi. Ia menyarankan untuk melacak asupan harian selama beberapa waktu agar muncul gambaran yang lebih jelas mengenai pola makan.
βJadi kita punya kesadaran ya. Dengan begitu kita bisa mulai membangun pola makan yang lebih konsisten,β imbuhnya.
Dengan cara ini, seseorang bisa lebih mudah membangun pola makan yang konsisten dan sesuai dengan kebiasaannya. Tak hanya itu, ternyata upaya untuk menghilangkan makanan manis sepenuhnya sering kali tidak realistis.
βKalau memang kita itu suka dengan manis-manis ya kita jangan berangan-angan untuk membasmi itu atau memberhentikan itu,β tutur Alvina.
Sebab, pendekatan yang terlalu keras justru membuat seseorang kehilangan motivasi dan berhenti di tengah jalan. Alternatifnya, ia menyarankan strategi yang fleksibel dan terukur.
Dengan memahami diri sendiri dan membuat aturan makan yang masuk akal, perjalanan menuju pola makan yang sehat dapat menjadi lebih ringan, menyenangkan, dan berkelanjutan.
βJadi kita sebaiknya punya pegangan ya. Kalau memang kita perlu jeda untuk sesuatu yang manis-manis,β tegasnya.
