Alasan Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Dilarang Berhubungan Seks

26 Desember 2021 17:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alasan Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Dilarang Berhubungan Seks
Penjelasan soal penyebab ibu hamil dengan plasenta previa dilarang berhubungan seks.
kumparanMOM
Ilustrasi plasenta previa pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi plasenta previa pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Plasenta merupakan salah satu organ yang membantu memasok makanan serta oksigen kepada bayi di dalam kandungan. Biasanya, letak plasenta tumbuh ke atas dinding rahim, dan jauh dari leher rahim.
Namun, jika ternyata posisi plasenta Anda sangat rendah, dan menutupi seluruh atau sebagian serviks, maka bisa jadi Anda mengalami plasenta previa, Moms. Kondisi ini seharusnya tidak menjadi masalah jika terjadi di awal kehamilan.
Hanya saja, seperti dikutip dari March of Dimes, plasenta previa dapat menyebabkan pendarahan serius dan komplikasi lain di kemudian hari. Plasenta previa juga berpotensi menutup jalan lahir, dan membahayakan ibu hamil karena berisiko menimbulkan pendarahan berulang, terutama menjelang persalinan.
Ya Moms, dokter umumnya juga akan melarang ibu hamil dengan plasenta previa untuk berhubungan seks. Berikut penjelasan lengkapnya.

Penjelasan Kenapa Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Dilarang Berhubungan Seks

Ilustrasi posisis seks women on top. Foto: Shutter Stock
Ibu hamil dengan plasenta previa memang disarankan untuk tidak berhubungan seks dulu. Sebab, hal itu dapat menimbulkan komplikasi dan menyebabkan risiko pendarahan antepartum atau pendarahan vagina.
Asisten Profesor Kebidanan dan Ginekologi di University of Texas Health Science Center, Mike Adler, MD, juga menjelaskan bahwa plasenta previa bisa membuat hubungan seks jadi lebih berisiko. Seperti menyebabkan pendarahan yang membahayakan ibu dan janin.
โ€œIbu hamil dengan plasenta previa harus menghindari berhubungan seks, karena bisa menyebabkan pendarahan,โ€ jelas Adler seperti dikutip dari WebMD.
Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock
Plasenta previa ini terjadi karena beberapa penyebab, seperti posisi bayi tidak normal, pernah melakukan operasi rahim, dilatasi dan kuretase, konsumsi alkohol dan rokok, berusia lebih dari 35 tahun, ovum yang telah dibuahi ditanamkan di bagian bawah rahim, dan juga kehamilan bayi kembar
Sehingga, seperti dikutip dari Star Healthline, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk beristirahat di tempat tidur jika plasenta previa masih dialami hingga akhir kehamilan. Sebab, kondisi itu dapat meningkatkan risiko ketuban pecah dini dan mengakibatkan bayi lahir prematur.
Maka dari itu, jika memang Anda mengalami plasenta previa, Anda perlu rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Hal itu penting dilakukan supaya dokter dapat memantau perkembangan bayi di dalam kandungan dan juga memastikan posisi plasenta Anda, Moms.
Trending Now