Anak Suka Manjat Pintu dan Jendela di Rumah, Wajar atau Perlu Dibatasi?

9 Januari 2026 14:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak Suka Manjat Pintu dan Jendela di Rumah, Wajar atau Perlu Dibatasi?
Fase anak-anak sering kali diwarnai perilaku yang di luar dugaan orang tua, seperti memanjat pintu dan jendela. Bagaimana kita harus merespons?
kumparanMOM
Ilustrasi anak pull up. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak pull up. Foto: Shutterstock
Di usia prasekolah hingga awal sekolah, anak berada dalam fase aktif bergerak dan gemar bereksplorasi. Aktivitas seperti berlari, memanjat, dan mencoba tantangan baru merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar yang normal.
Kebutuhan gerak ini sering kali tetap muncul meski anak sedang tidak mengikuti aktivitas rutinnya. Seperti yang dilakukan anak pemilik akun Instagram @neetaaap13_.
Beberapa bulan terakhir, sang putri sebenarnya aktif mengikuti kegiatan panjat tebing. Namun, saat libur sekolah dan jeda latihan wall climbing, sang anak tetap menyalurkan kebiasaannya dengan memanjat pintu di rumah. Lantas, mengapa anak begitu gemar mencari tantangan seperti itu?

Alasan Anak Suka Manjat di Berbagai Tempat

Ilustrasi Anak Main Pull Up. Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, SpA, perilaku memanjat merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.
β€œAnak suka memanjat karena kebutuhan gerak, eksplorasi, dan penguatan motorik kasar, terutama pada usia prasekolah dan awal sekolah,” jelas dr. Aisya Fikritama, SpA, kepada kumparanMOM, Kamis (8/1).
Aktivitas memanjat membantu anak melatih kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, serta membangun rasa percaya diri. Oleh karena itu, secara perkembangan, perilaku ini tergolong wajar dan tidak selalu perlu dilarang.

Waspada Risiko di Dalam Rumah

Ilustrasi anak alami cedera kepala. Foto: Shutter Stock
Meski memanjat merupakan kebutuhan alami anak, orang tua tetap perlu waspada. Lingkungan rumah umumnya tidak dirancang sebagai area bermain untuk aktivitas panjat, sehingga risiko cedera dapat lebih tinggi.
Rumah biasanya dipenuhi perabot, sudut keras, dan permukaan yang berbahaya jika anak terjatuh. Karena itu, pengawasan serta pengaturan lingkungan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan anak.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua antara lain:
Agar kebutuhan gerak anak tetap tersalurkan dengan aman, orang tua dapat menyediakan alternatif alat bermain yang memang dirancang untuk aktivitas memanjat, seperti:
Dengan alat yang tepat, anak tetap dapat bergerak aktif tanpa harus memanjat struktur rumah yang berisiko.
β€œIntinya, memanjat itu boleh, tetapi harus dilakukan di tempat yang aman,” pesan dr. Aisya.
Trending Now