Anak Tantrum di Acara Resmi? Coba Terapkan Co-Regulation, Moms!
1 Oktober 2025 10:05 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Anak Tantrum di Acara Resmi? Coba Terapkan Co-Regulation, Moms!
Peran orang tua sangat penting untuk membantu anak menenangkan diri dan memahami emosinya.kumparanMOM

Seorang ibu dengan akun Instagram @hilfilizzia membagikan momen ketika ia harus tetap tenang menghadapi anaknya yang sedang meluapkan emosi di tengah acara keluarga. Saat sang ayah mendapat tugas mengantar mempelai ke pelaminan dalam prosesi akad nikah, si kecil tiba-tiba ingin ikut berjalan bersama ayahnya.
Namun, karena situasi tak memungkinkan, keinginannya pun ditolak. Tak terima, anak itu langsung menangis di tengah keramaian. Dengan sigap, sang ibu membawanya ke kamar mandi untuk menenangkan diri.
Apa Itu Emotion Co-regulation?
Moms, menurut Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Rizqina Ardiwijaya, tindakan sang ibu dalam video di atas merupakan contoh dari emotion co-regulation. Yakni proses ketika anak yang belum mampu mengatur emosinya sendiri.
βJadi mereka butuh meminjam ketenangan dari orang dewasa,β ujar Rizqina kepada kumparanMOM, Kamis (18/9).
Langkah-Langkah Menghadapi Anak yang Emosi
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua saat menghadapi anak tantrum di tempat umum:
1. Tenangkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu
Anak akan merespons ekspresi dan energi dari orang tuanya. Jika kita tenang, anak merasa aman.
2. Validasi Emosi Anak
Sebaiknya, bukan memarahi atau menyuruh diam, tapi akui perasaannya. Misalnya, βIya, sedih ya? Bunda tahu kamu sedih karena gak bisa ikut ayah.β
3. Berikan Ruang untuk Mengekspresikan Emosi
Anak boleh menangis, selama masih dalam batas wajar. Tapi ingatkan aturan mengekspresikan emosi, seperti: βTidak teriak, tidak pukul, tidak lempar barang, ya.β
4. Tawarkan Bantuan Sederhana
Misalnya, βMau peluk? Mau minum? Atau mau duduk dulu sama bunda?β Namun, bila si kecil tetap ingin menangis saja tidak apa-apa.
5. Arahkan Kembali Setelah Tenang
Setelah tangis mereda, orang tua bisa arahkan anak untuk kembali ke aktivitas atau suasana yang lebih positif. Misalnya, βkalau sudah selesai nangis, kita bisa masuk lagi ya.β
βKita juga bisa tawarkan untuk melanjutkan aktivitas yang tadi belum selesai atau aktivitas lain,β ucap Rizqina.
