Bagaimana Body Image Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak Praremaja?

20 Oktober 2022 16:01 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagaimana Body Image Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak Praremaja?
Penjelasan bagaimana body image bisa memengaruhi kepercayaan diri anak usia praremaja.
kumparanMOM
Bagaimana Body Image Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak Praremaja?. Foto: Roman Samborskyi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana Body Image Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak Praremaja?. Foto: Roman Samborskyi/Shutterstock
Anak-anak usia praremaja biasanya akan menghadapi berbagai perubahan fisik di awal masa pubertasnya. Perubahan fisik yang terjadi bisa membuat mereka sering merasa insecure, kurang percaya diri, dan terus membandingkan dengan teman-teman sebayanya.
Ya Moms, mungkin Anda akan melihat ketika anak mulai muncul perasaan minder dan akhirnya berdampak juga pada emosionalnya. Itu artinya, anak sudah mulai memikirkan citra tubuh (body image), yakni bagaimana dan apa yang dia pikirkan serta rasakan tentang tubuhnya sendiri. Dia akan mulai memahami mana yang cocok dan tidak cocok untuk penampilannya, seperti apa ukuran tubuh yang ideal, dan lainnya.
Penting bagi anak untuk menerima dan nyaman dengan kondisi tubuhnya sendiri. Karena ketika mereka merasa tubuhnya baik, maka anak akan memiliki harga diri dan kesehatan yang baik pula. Ditambah, hal ini bisa berdampak positif pada kesehatan mental dan kebiasaan gaya hidup sehatnya, lho!

Pengaruh Body Image Bagi Anak Praremaja

Pengaruh Body Image Bagi Anak Praremaja. Foto: Shutter Stock
Dilansir Raising Children, citra tubuh anak bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari lingkungan keluarga, kemampuan dan ketidakmampuan, sikap teman-teman sebaya, media sosial, latar belakang budaya, dan lainnya. Sebenarnya, body image seseorang akan selalu berubah sepanjang hidup dari kecil hingga dewasa.
Nah Moms, saat anak merasa selalu positif dengan body image-nya, maka mereka akan selalu merasa senang dan puas dengan tubuhnya sendiri. Ia selalu merasa nyaman dan tidak mempermasalahkan penampilannya tanpa membanding-bandingkan. Namun sebaliknya, bila selalu menganggap citra tubuhnya negatif dan terus menerus membandingkan fisik, maka cenderung akan selalu muncul perasaan tidak senang dan puas dengan penampilannya sendiri. Dan pada akhirnya, anak praremaja yang merasa body image-nya negatif berkemungkinan terobsesi untuk menurunkan berat badan atau mengubah bentuk tubuhnya.
Memasuki masa pubertas juga bisa berpengaruh besar terhadap body image mereka, Moms. Jadi, sebagai orang tua, yang perlu dilakukan kepada anak adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tubuhnya dan tidak saling membedakan.
Selain itu, pemahaman soal body image yang sehat dan positif sejak masa kanak-kanak dapat mendukung kesehatan fisik dan mental yang lebih baik di kemudian hari. Sebaliknya, jika sejak kecil sudah ditanamkan pikiran bahwa tubuhnya tidak bagus hingga mengomentari soal fisik, dikhawatirkan bisa berdampak panjang bagi kesehatan mental anak, Moms.

Apa yang Perlu Orang Tua Lakukan?

Ilustrasi anak praremaja cemas dengan bentuk tubuh. Foto: MIA Studio/Shutterstock
1. Menjadi Teman Bicara dan Pendengar Bagi Anak
Orang tua berperan penting dalam memengaruhi pembentukan pikiran soal citra tubuh anak secara positif. Apalagi, di kondisi emosinya yang masih labil, anak akan membutuhkan bantuan orang tua untuk memahami pesan tentang perubahan bentuk tubuh, serta memilah pikiran-pikiran positif dan negatif. Ayah dan ibu juga perlu memperhatikan kekhawatiran anak tanpa menghakimi kebingungan tentang citra dirinya. Beri contoh, misalnya, dengan menjelaskan bahwa foto dan video yang beredar di media sosial terkadang tidak realistis dan bisa dimanipulasi. Jadi, anak perlu percaya diri dengan tubuhnya tanpa harus ada yang diubah.
2. Fokus pada Anak Sendiri
Nah Moms, penting untuk tidak membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Selalu berikan pujian dan kata-kata semangat untuk bisa menerima diri mereka, tanpa membandingkan penampilan fisiknya orang lain. Paling utama untuk ditekankan ayah dan ibu adalah anak perlu bangga pada kelebihannya sendiri, misalnya rajin mengerjakan tugas sekolah, suka menolong, jago di bidang olahraga, atau punya selera humor yang bisa menghibur orang lain. Anda juga dapat mendorong anak untuk menghabiskan waktu untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Cara ini bisa sekaligus mengirim pesan positif kepada anak tentang hal-hal yang dilakukan oleh tubuh mereka sendiri.
3. Jadi Panutan Bagi Diri Sendiri dan Orang lain
Setiap anak memiliki bentuk fisik yang berbeda-beda. Ada yang karena faktor genetika, misalnya, sehingga anak gemuk atau tinggi seperti orang tuanya. Begitu juga yang dipengaruhi oleh asupan makanan selama masa perkembangannya.
Nah, bila anak menerima tubuh secara apa adanya, maka ke depannya dia cenderung tidak akan mengkritik tubuhnya sendiri dengan orang lain, lebih pede ketika keluar rumah, tak terobsesi berlebihan dengan berat badan, prosedur operasi atau kosmetik lainnya, hingga tidak berlarut-larut dengan ketidaksempurnaan dirinya. Akan tetapi jika kondisi fisik anak terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, tentu Anda perlu mengajaknya berubah, Moms.
Trending Now