Balita Tak Sengaja Makan Adonan Kue Mentah, Apa yang Harus dilakukan?
2 Desember 2025 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Balita Tak Sengaja Makan Adonan Kue Mentah, Apa yang Harus dilakukan?
Ini hal yang perlu dilakukan orang tua jika anak tidak sengaja makan adonan mentah, Moms. kumparanMOM

Seorang ibu mengaku sangat kaget ketika mengetahui putranya ternyata memakan adonan kue yang masih mentah. Kejadian itu berlangsung diam-diam. Sang anak mengambil adonan saat ibunya sedang menyetrika, tanpa diketahui siapa pun.
Begitu menyadarinya, sang ibu langsung panik. Ia khawatir adonan mentah tersebut mengandung bahan berbahaya dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anaknya. Untuk mengetahui apakah kondisi ini berbahaya, mari simak penjelasan dari Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fiktritama, SpA yang bekerja di rumah sakit UNS, Solo.
Apakah Balita Makan Adonan Kue Mentah Itu Berbahaya?
Menurut dr. Aisya, ada risikonya, Moms. Karena adonan kue mentah umumnya masih mengandung telur mentah dan tepung mentah.
βDua bahan ini dapat membawa bakteri seperti Salmonella atau E. coli. Kedua jenis bakteri ini dapat memicu infeksi saluran cerna, terutama pada anak kecil.β kata dr. Aisya Fiktritama, SpA kepada kumparanMOM, Sabtu (29/11).
Menurut dr. Aisya, balita lebih rentan karena sistem imunnya masih berkembang. Paparan bakteri dari bahan mentah jauh lebih mudah menimbulkan gejala pada anak dibandingkan pada orang dewasa yang daya tahan tubuhnya sudah lebih matang.
Apa yang Bisa dilakukan jika Telanjur Makan Adonan Mentah?
Dr. Aisya menjelaskan, ada kemungkinan timbul gangguan pencernaan setelah anak menelan adonan mentah. Meski begitu, tidak semua balita akan langsung mengalami keluhan. Gejala biasanya akan muncul 6β48 jam setelah dikonsumsi. Berikut ciri-ciri yang bisa terjadi jika anak keracunan:
Jika gejala bersifat ringan, kondisi umumnya dapat membaik dengan istirahat dan cukup cairan, Moms.
βNamun, orang tua perlu waspada apabila muncul tanda bahaya seperti muntah yang tidak berhenti, diare berat, atau anak tampak sangat lemah. Bila hal itu terjadi, sebaiknya anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut," pesan dr. Aisya
Bagaimana Cara Mencegah Anak Mengalami Keracunan?
Dr. Aisya menyarankan beberapa langkah pencegahan sederhana:
