Bayi 4 Bulan Digigit Tikus, Seberapa Bahaya bagi Kesehatan Anak?

7 Januari 2026 16:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi 4 Bulan Digigit Tikus, Seberapa Bahaya bagi Kesehatan Anak?
Waspada bakteri yang dibawa tikus lewat gigitannya, bisa menyebabkan berbagai penyakit, Moms!
kumparanMOM
Perbandingan tikus berbulu dengan tikus normal. Foto: Colossal Biosciences
zoom-in-whitePerbesar
Perbandingan tikus berbulu dengan tikus normal. Foto: Colossal Biosciences
Gigitan tikus pada bayi bukan hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga kekhawatiran besar bagi orang tua. Ya, Moms karena bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga gigitan hewan berisiko menyebabkan infeksi serius bila tidak ditangani dengan tepat, terlebih jika luka terjadi di area sensitif seperti kepala.
Hal ini menjadi perhatian publik setelah seorang ibu membagikan pengalaman bayinya yang berusia 4 bulan tergigit tikus melalui akun TikTok @ansel0411. Sehingga memicu pertanyaan mengenai seberapa berbahaya gigitan tikus pada bayi.

Risiko Gigitan Tikus pada Bayi

Ilustrasi bayi demam. Foto: Shutterstock
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), menjelaskan bahwa gigitan tikus dapat menularkan penyakit yang dikenal sebagai rat-bite fever. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dibawa tikus karena kondisi gigi dan mulutnya yang kotor.
"Ketika tikus menggigit manusia, bakteri dapat masuk melalui luka dan menyebar ke dalam sistem tubuh dan menyebabkan demam pada orang yang tergigit," kata dr. Reza Fahlevi, SpA(K), kepada kumparanMOM, Selasa (6/1).
Adapun gejala yang bisa dirasakan bila tergigit oleh tikus seperti:
Apabila gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan penanganan yang tepat, ya, Moms.

Penanganan yang Perlu Dilakukan

Ilustrasi Air Mengalir Foto: Dok. Freepik
Jika anak atau anggota keluarga mengalami gigitan tikus, orang tua disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut sebagai pencegahan utama:
β€œKalau misalnya kita curigai lukanya kotor dan imunisasi DPT tidak lengkap, maka perlu konsultasi dengan dokter apakah dibutuhkan tambahan imunisasi atau pencegahan infeksi,” ujarnya.
Namun, jika imunisasi anak sudah lengkap, tidak diperlukan tambahan imunisasi khusus. Orang tua cukup melanjutkan imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.
Trending Now