Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Kuat dan Lama Menyusu?
17 Oktober 2025 13:03 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Kuat dan Lama Menyusu?
Bayi laki-laki menyusu lebih kuat daripada bayi perempuan, benarkah? Simak penjelasan dari dokter anak di sini!kumparanMOM

Tidak jarang ibu menyusui bercerita bahwa putranya menyusu dalam durasi yang lama dan kuat, hingga payudara terasa kosong.
Tetapi, benarkah bayi laki-laki menyusu lebih kuat dibandingkan bayi perempuan?
Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Kuat dan Lama Menyusu?
Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, secara umum tidak ada perbedaan kekuatan menyusu antara bayi laki-laki dan perempuan dalam dunia medis. Karena setiap bayi itu punya ritme dan gaya menyusu dan unik, ada yang isapannya kuat dan ada yang lebih santai. Tergantung dari refleks hisap, stamina, dan koordinasi antara hisapβtelanβnapas.
Kedua kondisi ini normal selama bayi tetap tumbuh dengan baik dan merasa puas setelah menyusu.
"Namun, ada kecenderungan bayi laki-laki memiliki kebutuhan energi sedikit lebih tinggi, karena pertumbuhan dan massa tubuhnya cenderung lebih cepat meningkat. Akibatnya, beberapa ibu bisa merasakan bayi laki-laki tampak 'lebih rakus' atau menyusu lebih kuat," tutur dr. Aisya kepada kumparanMOM.
Meski begitu, dr. Aisya menekankan kecenderungan ini tidak mutlak berlaku pada semua bayi ya, Moms.
Lantas, Kenapa Bayi Bisa Menyusu Lebih Banyak dan Durasinya Lama?
Ada beberapa faktor yang membuat bayi tampak lebih banyak menyusu dan durasinya lama, misalnya:
Meski sebenarnya tidak ada angka baku terkait durasi menyusu yang ideal, tetapi sebenarnya satu sesi menyusui bisa berlangsung 10-20 menit per payudara.
"Namun, menyusu 30β45 menit bahkan sampai 1 jam masih bisa normal, terutama pada bayi baru lahir atau yang masih belajar koordinasi isap. Yang penting, bayi tampak puas, tertidur lelap setelah menyusu, dan berat badannya naik sesuai grafik pertumbuhan," jelas dr. Aisya.
Namun, Anda patut waspada bila ketika durasi menyusui bayi lama, tetapi si kecil terlihat lelah, tertidur sebelum kenyang, atau berat badan tidak naik sesuai target. dr. Aisya menyarankan sebaiknya dilakukan evaluasi posisi dan pelekatan, untuk membantu permasalahan yang terjadi.
Jangan khawatir berlebihan bila bayi menyusu lebih kuat dan dengan durasi lama, selama pelekatan benar dan berat badan naik sesuai kurva. Karena itu tandanya, proses menyusui berlangsung efektif, Moms.
"Intinya, yang penting ibu dan bayi sama-sama nyaman, rileks, dan bahagia, karena hormon ASI paling suka suasana tenang. Jadi nikmati momen menyusui ini, jangan kejar durasi, yang penting adalah kualitas dan kedekatan," tutup dr. Aisya.
