Benarkah Ibu Punya Me Time Egois? Ini Kata Psikolog!
25 September 2025 13:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Benarkah Ibu Punya Me Time Egois? Ini Kata Psikolog!
Terkadang ibu dianggap egois ketika ingin memiliki me time atau waktu untuk dirinya sendiri. Padahal, psikolog ungkap me time punya banyak manfaat, lho!kumparanMOM

Bagi beberapa ibu, sebagian waktu mereka dalam satu hari lebih banyak dilakukan untuk mengasuh anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Di tengah berbagai kesibukan tersebut, wajar bila Anda memerlukan waktu untuk diri sendiri ataume time, sehingga bisa 'mengisi baterai' kembali untuk menjalani hari dan juga menjaga kesehatan mental ibu.
Namun, sayangnya, tidak sedikit ibu yang mengungkapkan pernah mendapat cibiran ketika ingin punya waktu untuk mengurus diri sendiri.
Ada faktor persepsi sosial dan budaya yang memengaruhi, seperti norma budaya dan sosial bahwa ibu harus 'mengorbankan diri untuk keluarga, stereotip ibu tidak lelah dan harus mengutamakan anak, hingga rasa bersalah karena tidak bisa selalu bersama anak.
Padahal, me time bukanlah sesuatu yang egois, Moms! Justru, psikolog keluarga dan anak, Samanta Elsener, menyayangkan anggapan bila ibu punya me time itu egois.
Psikolog: Bingung Kalau Ada yang Bilang Ibu Me Time Itu Egois!
Samanta menjelaskan, keseharian ibu dan ayah memiliki kecenderungan yang berbeda. Bagi para ayah bekerja, sebagian waktunya dianggap telah menjadi me time mereka, misalkan perjalanan ke kantor, ketika sedang bekerja atau mendatangi acara, dan lainnya.
"Ibu-ibu kan di rumah ketemu anak, apalagi kalau anaknya masih kecil-kecil, belum sekolah. Itu rasa burnout-nya tinggi sekali. Dan ketika rasa burnout-nya tinggi, kuncinya adalah me time," jelas Samanta dalam acara press conference Happy Family Day bersama Lemonilo di Jakarta, Selasa (23/9).
"Jadi, ketika mereka [ibu] dibebastugaskan dari peran menjadi ibu dulu, me time itu seperti recharge baterai kita," imbuh dia.
Me time yang seperti apa bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu. Bila Anda hanya ingin melakukannya di rumah saja, maka cobalah untuk berolahraga ringan seperti yoga, pilates, atau meditasi, makan camilan favorit, hingga menonton film.
Ketika me time rutin dilakukan, ibu pun secara otomatis akan merasakan tubuhnya akan kembali 'penuh' kembali.
"Dan ketika baterainya full lagi, yuk mau masak apa? Yuk, mau ngelayanin suaminya pulang dari kantor. Anaknya nangis, ngereog, dan pikiran kita tuh jadi jernih," ujar dia.
Itulah alasannya Samanta sangat menyarankan para ibu rutin melakukan me time dan tidak perlu merasa egois. Karena ketika kesehatan mental ibu baik, maka sekaligus akan meningkatkan rasa percaya diri hingga kualitas hubungan keluarga, Moms.
"Karena bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia, bagaimana kita bisa memberikan pelayanan sebagai seorang ibu dan istri dengan bahagia, kalau kita juga enggak bahagia. Kalau 'gelas' kta tidak penuh, kita tidak bisa membagikannya untuk orang lain," pungkasnya.
