Benarkah Masalah Obesitas Selesai dengan Operasi Bariatrik? Ini Penjelasannya

16 Oktober 2025 13:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benarkah Masalah Obesitas Selesai dengan Operasi Bariatrik? Ini Penjelasannya
Ada anggapan, operasi bariatrik bisa menyelesaikan dengan tuntas masalah obesitas.
kumparanMOM
Dr. Riyanny Meisha Tarliman, Medical and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia saat acara Health Talk Hallofit, Rabu (15/10/2025). Foto: Sarah Tri Wulandari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dr. Riyanny Meisha Tarliman, Medical and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia saat acara Health Talk Hallofit, Rabu (15/10/2025). Foto: Sarah Tri Wulandari/kumparan
Moms, obesitas sering kali dianggap hanya masalah pola makan dan gaya hidup. Padahal lebih dari itu, obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks. Dalam beberapa kasus, perubahan pola makan dan olahraga dalam periode tertentu saja tidak cukup untuk membantu seseorang mencapai berat badan ideal.
Nah, salah satu intervensi medis yang kini banyak dibicarakan adalah operasi bariatrik. Dikutip dari Healtline, operasi bariatrik adalah operasi mengubah saluran cerna atau pemotongan lambung biasanya sekitar 80-85% lambung yang dihilangkan.
Namun, apakah operasi ini benar-benar menjadi kunci utama untuk mengatasi obesitas?

Tidak Bebas Risiko, Tapi Bisa Jadi Solusi untuk Kasus Tertentu

Ilustrasi operasi bariatrik. Foto: NMK-Studio/Shutterstock
Medical and Regulatory Director Novo Nordisk, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menjelaskan bahwa operasi bariatrik bukanlah prosedur tanpa risiko. Sama seperti tindakan medis lainnya, operasi ini perlu mempertimbangkan antara manfaat dan risiko yang mungkin terjadi.
β€œDalam setiap intervensi medis, kita pasti menimbang antara risiko dan manfaat, serta bagaimana kita mengelola risiko tersebut,” jelas dr. Riyanny, saat Health Talk : From Prevention to Treatment: Digital Health & Medical Innovation for Weight Management, Rabu (15/10)
Menurutnya, operasi bariatrik tidak serta-merta membuat pasien sepenuhnya bebas dari masalah berat badan. Keberhasilannya sangat bergantung pada pemilihan pasien yang tepat, yaitu mereka yang memang memiliki indikasi medis kuat atau memenuhi kriteria tertentu, seperti indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi dan memiliki komplikasi kesehatan terkait obesitas.

Hasil Jangka Panjang Butuh Pendampingan dan Perubahan Gaya Hidup

Ilustrasi ibu obesitas. Foto: Shutterstock
Operasi bariatrik memang dapat memberikan hasil signifikan pada penurunan berat badan. Namun tanpa pendampingan medis lanjutan, dukungan psikologis, dan perubahan gaya hidup, berat badan bisa kembali naik seiring waktu.
β€œKalau tidak ada pendampingan atau modifikasi gaya hidup, maka berat badan bisa kembali naik,” ujar dr. Riyanny
Artinya, operasi bariatrik bukan jalan pintas. Pasien tetap perlu menjalani pola makan sehat, olahraga teratur, dan pemantauan rutin agar hasilnya bertahan jangka panjang.

Obesitas Bukan Sekadar Masalah Penampilan

Ilustrasi wanita obesitas ingin hamil. Foto: Shutterstock
Salah satu hal penting yang sering diabaikan, kata dr. Riyanny, adalah bahwa obesitas kini diakui sebagai penyakit.
β€œKenapa disebut penyakit? Karena banyak faktor yang menyebabkan obesitas, termasuk peran sistem hormonal di otak yang mengatur rasa lapar dan kenyang,” jelasnya.
Tubuh manusia memiliki mekanisme alami yang dapat menahan penurunan berat badan. Saat seseorang mulai turun berat badannya, hormon-hormon tertentu bisa membuat rasa lapar meningkat atau metabolisme melambat, sehingga berat badan sulit turun lebih lanjut atau bahkan naik kembali.
Inilah sebabnya mengapa obesitas tidak bisa disederhanakan hanya sebagai masalah kurang niat atau banyak makan. Ada mekanisme biologis dan hormonal kompleks yang bekerja di baliknya.
Trending Now