Benarkah PJJ Sebabkan Kemunduran Belajar pada Anak Selama Pandemi?

22 Agustus 2022 11:31 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benarkah PJJ Sebabkan Kemunduran Belajar pada Anak Selama Pandemi?
Penjelasan tentang rumor yang menyebutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyebabkan kemunduran belajar pada anak selama pandemi.
kumparanMOM
Ilustrasi anak lelah belajar daring. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak lelah belajar daring. Foto: Shutter Stock
Pada masa awal pandemi COVID-19, sekolah-sekolah mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tujuannya untuk mencegah penularan COVID-19 di sekolah.
Namun, tak sedikit orang tua yang merasa keberatan dengan sistem tersebut. Mereka menganggap PJJ menyebabkan anak jadi mengalami kemunduran dalam proses belajar atau learning lost.
β€œDalam konteks anak usia sekolah, sering kali kita dibenturkan PJJ dan PTM (pembelajaran tatap muka) ya, dengan kekhawatiran antara learning lost dan keseimbangan dengan mitigasi atau pengurangan risiko penularan di sekolah,” ungkap Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), Ketua Koordinasi Unit Kerja Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam acara Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka IDAI dan KPAI secara daring pada Jumat (19/8).
Pria yang akrab disapa dr. Wawan tersebut mengaku sering mendapat pertanyaan dan keluhan seputar PJJ dan membandingkan sistem tersebut dengan PTM. Banyak yang menganggap bahwa PJJ menyebabkan kemunduran belajar pada anak. Namun, benarkah hal itu?

Kata Ahli Soal Kemunduran Belajar pada Anak Selama Pandemi

Ilustrasi anak belajar daring. Foto: Shutterstock
Dr. Wawan membantah anggapan tersebut. Menurutnya PJJ bukanlah penyebab dari kemunduran belajar pada anak selama pandemi.
β€œLearning lost itu adalah penurunan knowledge and skill ya, pengetahuan dan kemampuan anak karena adanya diskontinuitas proses pembelajaran, terdisinstruksinya proses pembelajaran,” jelas dr. Wawan.
Menurutnya, saat ini yang menjadi β€˜musuh’ orang tua adalah learning lost, bukan sistem PJJ dan PTM. Ia juga menegaskan bahwa PJJ merupakan upaya untuk mengurangi dampak negatif dari kemunduran belajar.
β€œNah, PJJ itu salah satu taktik untuk mengurangi learning lost. Jadi, jangan dibalik β€˜dampak negatif learning lost pada PJJ’ gitu, jangan,” ujar dr. Wawan.
Dr. Wawan juga menjelaskan bahwa penelitian dari luar negeri tentang kemunduran belajar pada anak selama pandemi tidak bisa begitu saja diterapkan di Indonesia. Pasalnya, terdapat perbedaan antara sistem pendidikan yang digunakan, kemampuan pemerataan fasilitas, dan kemampuan sekolah itu sendiri. Selain itu, hasil penelitian itu juga sangat individual dan tidak bisa digeneralisasikan.

Riset IDAI: PJJ Tidak Membuat Anak Alami Learning Lost

Ilustrasi anak belajar daring. Foto: Shutter Stock
IDAI juga sudah melakukan penelitian tentang kemunduran belajar pada anak dengan membandingan tiga sekolah di Surabaya dan tiga sekolah di Sidoarjo. Mereka melihat satu kelas yang sama, dalam mata pelajaran yang sama, dan anak yang sama.
Dr. Wawan mencontohkan satu anak yang sebelum pandemi masih kelas 1 SD, sekarang sudah kelas 3 SD. Ternyata, tidak ditemukan kemunduran belajar pada anak tersebut meskipun selama dua tahun ia PJJ di rumah.
Selain itu, penelitian tersebut juga melihat penurunan rata-rata nilai kelas dengan membandingkan situasi sebelum pandemi dan setelah pandemi. Hal itu, menurut dr. Wawan, bukan disebabkan oleh PJJ, tetapi faktor individual dari masing-masing siswa.
β€œJadi, pandemi itu menyebabkan adanya penurunan akademik, namun tidak merata di semua anak, tidak merata di semua pelajaran, tidak merata di semua aspek ekonomi keluarga. Sehingga, ini memberikan satu pandangan ke kita harusnya kita punya langkah yang bijak,” pungkasnya.
Trending Now