Berbagai Mitos soal Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil

4 Oktober 2023 19:16 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Berbagai Mitos soal Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil
Membahas beragam mitos tentang hal-hal yang dilakukan saat atau setelah berhubungan seks agar cepat hamil.
kumparanMOM
Ilustrasi seks. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seks. Foto: Shutterstock
Saat merencanakan kehamilan, pasangan umumnya akan menambah frekuensi seks mereka terutama di masa-masa subur. Ditambah Anda mungkin ingin mencoba berbagai cara yang beredar di internet untuk memperbesar peluang kehamilan. Ya Moms, mungkin Anda pernah mendengar untuk mengangkat kaki setelah bercinta, menahan pipis agar sperma dengan cepat mencapai sel telur, dan lainnya. Tetapi, tahu nggak sih kalau anggapan-anggapan di atas sebenarnya hanya mitos belaka? Agar program hamil berjalan lebih maksimal, yuk pahami mitos-mitos agar cepat hamil setelah berhubungan seks yang tidak perlu dipercaya di bawah ini.

Berbagai Mitos soal Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil

Ilustrasi posisi seks women on top. Foto: Getty Images
1. Berhubungan Seks dengan Posisi Tertentu Anda mungkin banyak membaca tentang posisi seks yang bisa membantu agar cepat hamil. Misalnya, posisi misionaris, doggy style, kaki di atas batu, dan lainnya. Meski begitu, dikutip dari Romper, sebenarnya tidak ada posisi seks yang paling sempurna untuk membantu Anda agar cepat hamil. "Tidak perlu gaya gravitasi atau posisi berbeda untuk memastikan sperma bergerak dengan sehat. Karena sperma dapat bergerak dengan sendirinya. Jadi, tidak perlu berhubungan seks dengan cara tertentu," kata Dokter Spesialis Kandungan di Mount Sinai, Dr. Jenna B. Friendenthal, MD. 2. Berbaring 10 Menit Setelah Bercinta dan Angkat Kaki Mitos lain yang banyak dipercaya adalah berbaring lalu mengangkat kaki sembari menempatkan bantal di bawah panggul setelah berhubungan seks. Berbaring selama 10 menit dengan mengangkat kaki ke atas dianggap bisa menjaga sperma lebih lama berada di tubuh. Sehingga, sperma-sperma tersebut bisa lebih banyak kesempatan 'berenang' untuk mencapai sel telurnya. Ditambah memanfaatkan gravitasi agar sperma cepat sampai. Namun, cara ini juga kurang tepat ya, Moms. Sebab, hingga kini tidak ada data yang terbukti tentang gaya berbaring atau mengangkat kaki dapat mempercepat kehamilan. "Setelah orgasme terjadi dan pria mengalami ejakulasi, Anda bisa bangun dan melakukan apa pun. Kita tahu bahwa air mani memasuki saluran reproduksi terkadang hanya 90 detik setelah orgasme terjadi. Ini terjadi sangat cepat, dan tidak ada data yang menunjukkan sperma bisa tinggal lebih lama," tutur Friendenthal. 3. Menunda atau Tidak Buang Air Kecil Ada anggapan bahwa buang air kecil setelah berhubungan seks akan membuang sperma yang telah masuk. Namun, para ahli menegaskan sperma yang cukup sehat seharusnya sudah berada pada jalurnya menuju sel telur. Sehingga, kecil kemungkinannya untuk keluar lagi. Sebaliknya, Anda justru perlu buang air kecil untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK).
"Anda juga perlu buang air kecil, karena ada bukti yang menunjukkan hal ini dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Yang tidak baik bagi tubuh dan dapat dikaitkan dengan komplikasi kehamilan. Jadi, Anda wajib buang air kecil dan tidak perlu menunggu waktu tertentu," jelas Friendenthal.
Ilustrasi seks. Foto: Shutter Stock
4. Seks Beberapa Kali Dalam Sehari Menambah frekuensi seks tidak berarti melakukannya berkali-kali dalam sehari. Justru, Anda disarankan melakukannya dua hingga tiga kali dalam seminggu saja. Sebab, sperma bisa bertahan hampir seminggu di dalam tubuh untuk bertemu dengan sel telur. Dengan catatan, pasangan ini tidak memiliki masalah reproduksi, seperti analisis air mani dan jumlah sel telur yang bagus. "Sperma hidup di saluran reproduksi selama lima hingga tujuh hari. Jadi, jika Anda berhubungan seks setiap dua hingga tiga hari sekali, Anda bisa terus memastikan sperma berada di saluran reproduksi pada saat ovulasi," tutur dia. Namun, bila ingin meningkatkan peluang sebanyak-banyaknya, Anda disarankan untuk berhubungan intim setiap hari menjelang masa ovulasi. Terutama 2-3 hari menjelang Anda berovulasi, Moms. Faktor gaya hidup juga dapat memengaruhi program kehamilan. Misalnya, Anda perlu berhenti merokok dan jauhkan diri dari minuman beralkohol bila ingin mencoba hamil. Jangan lupa untuk menerapkan pola makan bergizi dan seimbang, serta berolahraga secara rutin!
Trending Now