Bisakah Tetap Hamil Jika Sperma Keluar Lagi dari Vagina Usai Bercinta?

17 November 2024 19:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bisakah Tetap Hamil Jika Sperma Keluar Lagi dari Vagina Usai Bercinta?
Penjelasan soal bisa tidaknya seorang wanita hamil jika sperma keluar lagi dari vagina usai bercinta.
kumparanMOM
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstocks
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstocks
Setelah bercinta, ada berbagai keraguan apakah posisi yang dilakukan sudah tepat dan apakah penetrasi oleh suami di vagina sudah tepat agar bisa hamil. Salah satunya apakah mungkin sperma tumpah dan tidak masuk ke dalam vagina.
Ya Moms, bagi Anda yang sedang berharap memiliki momongan, rutin berhubungan seks menjadi cara yang paling diandalkan. Sebagaimana diketahui, kehamilan bisa terjadi apabila sperma berhasil bertemu dengan sel telur yang kemudian terjadilah proses pembuahan. Namun, mungkinkah masih bisa tetap hamil saat sperma tumpah dan keluar dari vagina? Jawabannya mungkin saja, Moms! Bahkan bila sperma dan air mani tumpah pun Anda masih mungkin hamil.
Nah, apa sih yang dimaksud dengan sperma tumpah? Dan bagaimana prosesnya agar kehamilan bisa terjadi meski sperma keluar dari vagina?

Penjelasan soal Kenapa Tetap Bisa Hamil Meski Sperma Tumpah Setelah Hubungan Seks

Ilustrasi sel sperma menuju sel telur untuk membuahi. Foto: Getty Images
Sebelum memahami bagaimana sperma bisa tumpah setelah berhubungan seks, Anda perlu memahami dulu perbedaan sperma dengan air mani. Sederhananya, mengutip Healthline, air mani adalah cairan yang keluar dari penis saat ejakulasi. Sementara sperma adalah sel yang ditemukan dalam air mani dan bertanggung jawab untuk membuahi sel telur pada wanita. Saat suami terangsang, sperma bercampur dengan cairan tubuh untuk menghasilkan air mani.
Air mani mencakup sejumlah sekresi tubuh untuk membantu sel sperma tersebut bertahan hidup untuk mencapai sel telur. Ini termasuk cairan prostat (untuk menetralkan keasaman vagina), cairan mani (untuk membantu menyehatkan sperma), dan cairan bulbourethral (untuk melumasi penis).
Saat berhubungan seks, air mani disimpan di dalam vagina --biasanya dekat dengan leher rahim-- tergantung pada posisinya. Beberapa sperma yang berhasil mencapai tuba falopi akan mulai berenang ke sel telur, sementara sisanya dan cairan lain dalam air mani keluar begitu saja melalui lubang vagina.
Nah, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, ketika penis berejakulasi rata-rata memproduksi sekitar 1 sendok teh atau 4 mililiter air mani, atau bisa juga berkisar 1,2 hingga 7,6 ml. Dan setiap ejakulasi, mereka menghasilkan antara 23 juta dan 928 juta sel sperma. Itu artinya, satu mililiter air mani dapat mencakup antara 9 juta hingga 259 juta sel sperma.
Ilustrasi sperma. Foto: Yurchanka Siarhei/Shutterstock
Satu sperma yang berhasil masuk rahim bisa hidup di rahim hingga 5 hari. Sementara sperma sisanya beserta air mani akhirnya keluar dari saluran vagina. Bahkan, jika vagina Anda mengeluarkan cairan setelah berhubungan seks, sperma yang tertinggal di dalamnya tetap memungkinkan bisa terjadi pembuahan sel telur.
Penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa sperma yang disimpan di dekat leher rahim dapat menempuh jarak yang signifikan dengan cepat, dan bisa berenang cepat hanya dalam waktu satu menit untuk mencapai saluran tuba.
Jadi, bila Anda khawatir sperma keluar lagi setelah berhubungan seks, tenang saja karena peluang untuk hamil pun tetap terbuka. Ya, setiap sperma yang bersentuhan dengan saluran vagina masih memungkinkan untuk hamil, bahkan jika sebagian besar air mani keluar lagi.
Trending Now