Bolehkah Orang Tua Marah Saat Anak Batal Berpuasa?

4 April 2022 15:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bolehkah Orang Tua Marah Saat Anak Batal Berpuasa?
Penjelasan boleh atau tidak orang tua marah saat anak batal berpuasa
kumparanMOM
Ilustrasi anak menolak berpuasa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak menolak berpuasa. Foto: Shutterstock
Bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti-nantikan oleh umat muslim. Ini juga merupakan waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengajarkan anak menahan lapar dan hawa nafsu, meski anak-anak belum diwajibkan puasa. Namun pada praktiknya melatih anak berpuasa memang tidak mudah.
Menurut Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, dr. Taufiqur Rahman, Sp.A, jika anak menolak untuk berpuasa dan ia belum baligh, maka tidak boleh dipaksakan, apalagi memarahinya. Sebab, mengajarkan anak berpuasa tentunya butuh proses.
Ilustrasi ibu marah pada anak. Foto: Shutter Stock
β€œPerlu diingat bahwa kemampuan setiap anak berbeda ya. Saat anak ikut puasa pasti harus ada prosesnya. Misalnya, hari pertama puasa sampai zuhur, besoknya sampai ashar, dan kalau anak itu kuat besoknya bisa sampai maghrib,” jelas dr. Taufiqur kepada kumparanMOM, Minggu (03/4).

Peran Orang Tua Selama Anak Berpuasa

Dalam proses pembelajaran puasa, Anda bisa memberikan penjelasan apa manfaat puasa. Misalnya, anak bisa belajar bersyukur atas makanan dan minuman yang dimilikinya, dan mengingat bahwa masih banyak orang di luar sana yang berkekurangan.
Selain itu, Anda bisa berikan pengertian kepada anak bahwa saat ia berpuasa, artinya hanya memindahkan jadwal atau waktu makan saja. Yang awalnya makan di waktu pagi, siang, dan malam, kemudian dipindahkan saat subuh dan sore menjelang malam.
Sementara itu, dr. Taura, panggilan akrab dr. Taufiqur, menambahkan, sebisa mungkin orang tua hindari memaksa anak berpuasa. Contohnya, jika anak tidak berpuasa, maka akan diberikan hukuman. Pernyataan seperti itu akan membuat anak menjadi tertekan dan justru memberi peluang anak untuk tidak jujur.
Sebaliknya, Anda bisa memberikan penjelasan dampaknya jika anak tidak berpuasa. Misalnya, jika anak tidak mau berpuasa, maka Ibu akan ditegur Allah.
Ilustrasi Ibu dan anak saat memberikan penjelasan puasa. Foto: Shutter Stock
Dalam hal ini, peran keluarga juga sangat diperlukan, terutama dari orang tua. Sebab, anak adalah peniru ulung. Anda bisa memberikan contoh teladan yang baik saat berpuasa. Misalnya, mengonsumsi makanan bernutrisi saat sahur dan berbuka, sehingga memiliki cadangan energi yang cukup selama berpuasa.
Di samping itu, Anda juga bisa melibatkan anak dalam mempersiapkan menu sahur dan berbuka, Moms. Hal ini bisa menambah antusias dan semangat anak saat berpuasa.
β€œIbu juga bisa nih ajak anaknya mempersiapkan makanan sahur dan berbuka. Ajak aja mulai dari belanja, motong bahan makanan, sampai menyajikannya. Jangan lupa juga tanya ke anak dia mau makan apa saat sahur dan berbuka, jadinya dia semangat jalanin puasanya seharian penuh,” tutup dr. Taura.
Trending Now