Cari Tahu Jenis Kelamin Bayi Pakai Baking Soda, Benarkah Akurat?

4 Oktober 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cari Tahu Jenis Kelamin Bayi Pakai Baking Soda, Benarkah Akurat?
Selain pemeriksaan USG, ada yang penasaran mencari tahu jenis kelamin bayi di dalam kandungan lewat baking soda. Memangnya akurat?
kumparanMOM
Baking soda. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Baking soda. Foto: Shutterstock
Hal yang paling dinanti pasangan ketika mengetahui istri hamil adalah jenis kelamin bayi. Ya Moms, Anda dan suami mungkin tidak sabar untuk mengetahui apakah janin yang dikandung berjenis kelamin perempuan atau laki-laki.
Untuk mengetahui jenis kelamin, biasanya dapat diketahui lewat pemeriksaan USG. Jenis kelamin bayi biasanya akan mulai terlihat saat usia kehamilan memasuki trimester kedua atau saat usia kehamilan di atas 14 minggu. Nantinya, dokter akan mengidentifikasi jenis kelamin jika posisi bayi memungkinkan untuk memperlihatkan alat kelaminnya. Bikin enggak sabar, deh!
Nah, buat yang pengin cepat-cepat cari tahu, ada satu cara yang dipercaya bisa mengetahui jenis kelamin dengan eksperimen DIY di rumah. Dan hanya bermodalkan baking soda (soda kue), segelas air, dan urine pertama yang diambil di pagi hari.
Hasil penggabungan urine ibu hamil dengan baking soda adalah melihat reaksinya, apakah berbuih atau tidak.
Dikutip dari What To Expect, tes gender dengan soda kue dilakukan dengan cara yang sederhana:
Jika campuran tersebut berbuih, seperti minuman ringan yang dikocok, maka kemungkinan besar ia mengandung anak laki-laki. Sebaliknya, jika baking soda dan urine tidak menunjukkan reaksi apa pun, maka kemungkinan besar mengandung anak perempuan.
Beberapa ibu melaporkan hasil tes dengan baking soda akurat dengan pemeriksaan USG. Tetapi, apakah metode ini benar-benar seakurat itu?

Tes Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda, Akurat atau Tidak?

Baking soda Foto: Shutter Stock
Sayangnya, belum ada belum ada bukti ilmiah yang mendukung keakuratan metode ini. Medical News Today melaporkan, baking soda bereaksi dengan asam, hingga menyebabkan beberapa di antaranya berbuih dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil.
Teori di balik tes ini adalah bahwa keasaman atau pH urine orang hamil akan berubah untuk menunjukkan jenis kelamin janin. Tetapi, peneliti menegaskan tidak ada bukti soal itu.
Hal ini karena begitu banyak variabel yang dapat memengaruhi kadar pH urine. Bahkan, Anda pun mungkin mendapatkan hasil yang berbeda jika tes dilakukan di lain hari.
Lalu juga ada faktor lain yang dapat memengaruhi keasaman urine, misalnya pola makan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan status hidrasi. Seluruh faktor ini dapat berubah selama kehamilan, tetapi jenis kelamin bayi tidak akan berubah.
Itu artinya, uji tes kelamin bayi dengan baking soda adalah sekitar 50 persen, atau berarti peluangnya sama banyak.

Metode yang Tepat untuk Cari Tahu Jenis Kelamin Bayi

Ilustrasi ibu hamil lakukan pemeriksaan USG. Foto: Kwangmoozaa/Shutter Stock
Bukan dengan baking soda, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini jika ingin mencari tahu jenis kelamin si kecil:
1. USG
Studi terbaru mengungkap dokter atau tenaga profesional mungkin sudah bisa menentukan jenis kelamin dengan pemeriksaan USG sebelum usia kehamilan 12 minggu (trimester satu). Namun, keakuratannya lebih tinggi saat kehamilan telah mencapai trimester kedua.
Namun, hasil USG mungkin akan sedikit sulit ketika janin berada di dalam posisi yang tidak menunjukkan alat kelaminnya.
Bagaimana dengan akurasinya? Pemeriksaan USG memiliki keakuratan 87 persen bila dilakukan pada trimester pertama, dan 99 persen pada trimester kedua.
2. Tes DNA
Tes prenatal non-invasif (NIPT) melibatkan tes darah untuk menyaring kondisi kesehatan terkait kromosom tertentu yang dapat memengaruhi janin. NIPT juga dapat mendeteksi jenis kelamin janin, lho!
Tes darah ini bekerja dengan mencari keberadaan kromosom Y. Dua kromosom X menunjukkan jenis kelamin perempuan, sedangkan keberadaan kromosom Y menunjukkan jenis kelamin laki-laki.
3. Amniosentesis
Amniosentesis adalah tes diagnostik yang menganalisis susunan genetik bayi dan menyaring kelainan kromosom. Tes ini biasanya dilakukan antara minggu ke-16 dan ke-18 kehamilan.
Tes ini dilakukan dengan memasukkan jarum melalui perut ibu hamil ke dalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi. Jarum akan mengambil sampel kecil cairan ketuban untuk dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Janin melepaskan sel-sel ke dalam cairan ketuban, yang memungkinkan dokter untuk mendeteksi masalah genetik.
Namun, tes ini biasanya dilakukan dengan kehamilan berisiko tinggi, dan tidak dirancang untuk hanya mengetahui jenis kelamin bayi. Meski memang, metode ini akurasinya bisa mencapai 100 persen.
Trending Now