Cerita Ibu Operasi Mastitis: Sangat Menyakitkan tapi Aku Tidak Menyerah Menyusui
8 Agustus 2025 13:28 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Cerita Ibu Operasi Mastitis: Sangat Menyakitkan tapi Aku Tidak Menyerah Menyusui
Nurin mengaku pengalamannya menyusui sangat menyakitkan dan traumatik, tapi ia tak menyerah. #ceritaibu #cinurinkumparanMOM

Menghadapi luka di tubuh adalah satu hal. Tapi terus menyusui seorang bayi di tengah rasa sakit yang luar biasa adalah bentuk cinta tanpa syarat. Itulah yang dialami oleh Nurin, seorang ibu muda yang tetap memberikan ASI eksklusif. Meskipun didiagnosis menderita abses mamae seminggu setelah melahirkan.
Satu minggu pasca-melahirkan, Nurin merasakan payudaranya bengkak dan nyeri. Awalnya ia menduga itu hanya saluran ASI yang tersumbat, sesuatu yang umum terjadi pada ibu menyusui. Namun kondisi justru semakin memburuk. Kulit payudaranya menipis hingga pecah mengeluarkan darah dan cairan putih seperti nanah.
Setelah berkonsultasi dengan konselor laktasi, barulah Nurin mengetahui bahwa ia mengalami mastitis atau abses mamae. Ini adalah infeksi serius di jaringan payudara.
Ia disarankan menjalani USG payudara dan pengobatan antibiotik. Namun saat kondisi tak kunjung membaik dan luka malah bertambah, dokter bedah akhirnya menyarankan tindakan operasi.
Setelah melakukan operasi, luka di payudara kirinya tidak dijahit. Melainkan dibiarkan terbuka, hanya ditutup kasa steril. Setiap dua hari sekali, perawat datang ke rumah untuk mengganti tampon atau kasa sepanjang 1,5 meter atau setara 4-5 gulung kasa medis.
Proses penggantian itu sangat menyakitkan karena kasa lama harus ditarik satu per satu dari dalam luka, sebelum disumpal kembali dengan yang baru.
Meski demikian, Nurin tidak menghentikan pemberian ASI. Bahkan selama perawatan pascaoperasi, ia memilih untuk dirawat bersama bayinya agar tetap bisa menyusui secara langsung.
βRasanya seperti setengah debus,β tutur Nurin, menggambarkan keberaniannya menyusui dengan luka operasi yang belum pulih.
Kekuatan Cinta Ibu Kalahkan Nyeri yang Tak Terbendung
Setelah operasi, produksi ASI di payudara kirinya menurun drastis. Jika sebelumnya ia bisa memproduksi hingga 100 ml dari masing-masing sisi, kini sisi kiri hanya menghasilkan sekitar 50 ml.
Sebab beberapa jaringan payudara terpaksa diangkat, menyebabkan penurunan kapasitas produksi secara permanen. Namun itu tidak membuatnya menyerah.
βASI saya tetap cukup. Maliq tumbuh sehat dan tidak pernah minum selain ASI,β kata Nurin.
Kini, Maliq sudah berusia 22 bulan dan masih disusui. Nurin berkomitmen untuk terus memberikan ASI hingga Maliq genap berusia dua tahun.
Bagi Nurin, pengalaman ini mengajarkan pentingnya edukasi menyusui sejak dini. Ia mengaku dulu tidak memahami pentingnya pengosongan payudara. Ia hanya menyusui berdasarkan rasa penuh tanpa memastikan benar-benar kosong, yang akhirnya menyebabkan ASI terjebak dan memicu infeksi.
βNew mom wajib ikut kelas menyusui bahkan sebelum melahirkan,β pesannya.
Di balik perjuangan panjangnya, Nurin mengakui bahwa support system memegang peran besar. Suaminya selalu siaga 24 jam selama proses pemulihan. Ibunya dan mertua juga hadir untuk membantu mengurus bayi dan rumah tangga.
βTanpa mereka, saya mungkin sudah menyerah,β ujarnya.
Meski luka masih meninggalkan bekas, semangat Nurin tidak luntur. Ia bahkan tidak trauma untuk punya anak lagi.
βSaya tahu sakit ini tidak sia-sia. Saya pernah Googling, kalau manusia benar-benar tidak bisa menahan sakit, pasti saya sudah pingsan. Tapi saya tidak pingsan, berarti saya kuat,β ujarnya tegas.
Perjalanan menyusui Nurin bukan hanya soal fisik yang terluka, tapi juga tentang keteguhan hati, kekuatan cinta, dan komitmen seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya.
Untuk Maliq, Nurin berharap anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh, cerdas, dan baik hati.
βUntuk anakku, Maliq, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang soleh, yang pintar, baik hatinya, seperti doa kita selama ini. Ami nggak pernah menganggap segala yang berat kemarin itu adalah bentuk pengorbanan,β ucap Nurin sambil terisak.
Nurin juga berpesan bahwa anaknya tidak berutang apa pun. Karena yang ia lakukan adalah bentuk cinta kepada si kecil.
"Jadi kamu nggak perlu mengganti apa pun. Ya, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang bahagia selalu. Amin," tutupnya.
Reporter: Sarah Tri Wulandari
