Cerita Sandra Dewi Rawat Anak Keduanya yang Sempat Alami Dermatitis Atopik
25 September 2022 14:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Cerita Sandra Dewi Rawat Anak Keduanya yang Sempat Alami Dermatitis Atopik
Cerita dari Sandra Dewi tentang anak keduanya yang mengalami dermatitis atopik.kumparanMOM

Kulit bayi cenderung lebih sensitif daripada orang dewasa. Sebab, skin barrier yang dimiliki belum terbentuk sempurna. Akibatnya, kulit bayi mudah mengalami berbagai jenis penyakit kulit, seperti iritasi, alergi, hingga dermatitis atopik.
Hal ini rupanya juga dialami oleh pesinetron Sandra Dewi. Ya Moms, beberapa waktu lalu Sandra Dewi bercerita bahwa putra keduanya yang kini berumur 3 tahun, Mikhael Moeis, mengalami dermatitis atopik saat bayi. Bukan hal yang mudah bagi Sandra Dewi melewati momen tersebut. Menurutnya, salah satu tantangan dalam mengasuh anak bukan hanya soal perkembangannya, melainkan juga menjaga kulitnya agar tetap sehat.
βJadi memang pas lahiran anak pertama semua mulus, maksudnya lahirnya mulus, tadinya mau lahiran sesar, tapi anaknya maunya normal. Sedangkan anak kedua, lahirnya sungsang, pas mau sesar dia balik jadi normal. Pas lahir pun mulus, tiba-tiba muncul bercak merah di wajah, dan baru hilang pas usia 3 bulanβ cerita wanita berusia 39 tahun ini, dalam acara Ulang Tahun Ketiga MoMaMi, beberapa waktu lalu.
Setelah melakukan konsultasi dengan dokter, rupanya Mikha mengalami dermatitis atopik. Sandra Dewi mengungkap, kemungkinan hal ini disebabkan oleh faktor genetik, seperti yang dialaminya saat hamil.
βNah dokter bilang oh iya ini tuh ngikutin mamanya, hormon mamanya. Saya juga sejak melahirkan dia, tiba-tiba saya jerawatan, semua penyakit kulit ada di wajah saya, padahal sebelumnya saya enggak pernah ngalamin hal itu,β ungkapnya.
Selain muncul bercak merah di wajah, apa saja gejala lain dari dermatitis atopik ini?
Gejala Dermatitis Atopik pada Bayi
Stanford for Childrens melansir, dermatitis atopik atau dikenal sebagai eksim merupakan masalah kulit yang menyebabkan kulit menjadi gatal dan meradang. Dermatitis atopik dapat berkembang pada usia berapa pun, tetapi sebagian besar muncul saat usia antara 3 dan 6 bulan.
Gejala khas dermatitis atopik pada bayi adalah munculnya sensasi gatal, mulai dari tingkat ringan hingga parah. Kondisi ini mungkin akan terjadi hilang timbul, atau bisa juga sepanjang waktu.
Pada bayi, rasa gatal tersebut biasanya menyerang bagian wajah, leher, kulit kepala, siku, dan lutut. Sementara pada anak-anak lebih sering menyerang siku, bagian belakang lutut, leher, sekitar mulut, serta pergelangan tangan dan kaki.
Tak hanya itu, dermatitis atopik juga kerap menimbulkan gejala lain yang meliputi:
Oleh sebab itu, ibu dan ayah perlu memperhatikan bayi agar tidak menggaruk kulit yang gatal. Sebab, jika luka atau kulit kering digaruk, maka berisiko merobek kulit hingga menyebabkan infeksi.
Sandra Dewi menambahkan, ibu dan ayah juga harus lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit si kecil. Menurutnya, penggunaan produk yang tepat dapat mengurangi gejala eksim di kulit sang anak. Ibu dua anak ini memilih menggunakan lotion dari MoMaMi yang direkomendasikan langsung oleh dokter anak yang dipercayainya.
Selain itu, Sandra Dewi juga telah menerapkan kebiasaan pola hidup bersih pada anak-anaknya sejak dini, bahkan sebelum pandemi COVID-19. Sehingga, bukan hal yang sulit bagi Sandra Dewi untuk meminta anak-anaknya segera mandi setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Sebab, kebersihan kulit akan berpengaruh pada kondisi kulitnya.
βAnak dengan dermatitis atopik tuh apa-apa harus bersih. Habis makan perlu cuci muka, pegang ini itu cuci tangan, pulang dari luar, langsung mandi,β tutup Sandra Dewi.
