Dokter: Anak Laki-laki Juga Perlu Vaksin HPV
25 November 2025 16:14 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Dokter: Anak Laki-laki Juga Perlu Vaksin HPV
Edukasi dan vaksinasi sejak dini jadi langkah utama melindungi generasi perempuan dari risiko kanker leher rahim.kumparanMOM

Padahal, jika virus menetap, risiko berkembang menjadi kanker leher rahim bisa muncul 15β20 tahun kemudian. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama untuk melindungi kesehatan perempuan sejak usia muda.
Kemudian hal lain yang perlu digarisbawahi adalah, vaksin HPV tidak hanya untuk anak perempuan, Moms. Anak laki-laki juga perlu mengikuti vaksinasi HPV sebelum aktif berhubungan seksual. Simak penjelasannya sampai akhir, ya!
Dokter Spesialis Anak, Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), menjelaskan, banyak perempuan yang tidak menyadari dirinya terinfeksi HPV karena 70-90 persen kasus tidak menimbulkan gejala dan kadang-kadang virus bisa hilang sendiri dalam 1β2 tahun. Namun, sekitar 5β10 persen virus menetap di tubuh, terutama di leher rahim, tanpa menimbulkan keluhan apa pun.
βYang tadi kalau dengan kemoterapi, dengan radiasi akan dapat rambut rontok, kurus, akan tidak bisa puncung meninggal,β kata Prof. Soedjatmiko di Jakarta Selatan, Senin (17/11).
Pentingnya Vaksin HPV dan Skrining Dini untuk Pencegahan Kanker Leher Rahim
Karena itulah, pencegahan sejak dini sangat penting. Anak perempuan sebaiknya sudah mendapatkan vaksin HPV sebelum usia 15 tahun, minimal satu kali.
Selain itu, tes skrining seperti Pap smear menjadi langkah penting untuk mendeteksi sel-sel abnormal di leher rahim pada tahap awal, ketika kanker belum menunjukkan gejala. Dengan skrining dini, risiko berkembangnya kanker leher rahim dapat diminimalkan.
Prof. Soedjatmiko juga menekankan bahwa virus HPV bisa menular ke laki-laki, meski angka infeksinya memang lebih sedikit dibandingkan perempuan. Pencegahan melalui vaksinasi dan edukasi sejak dini menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari risiko penyakit serius ini.
βVirus pada leher rahim perempuan bisa menularkan pada laki-laki, tapi angka studinya memang pada laki-laki lebih sedikit,β tutupnya.
