Dokter Ungkap Makanan Ini Baik untuk Perkembangan Otak Anak

31 Mei 2025 13:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter Ungkap Makanan Ini Baik untuk Perkembangan Otak Anak
Beragam jenis makanan ini ternyata baik untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak.
kumparanMOM
Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suteja, Sp.A. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suteja, Sp.A. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Otak merupakan organ tubuh yang menjadi pusat pengendali semua fungsi tubuh dan kemampuan seseorang. Dan tahukah Anda, perkembangan otak anak 90 persen terjadi di lima tahun pertama kehidupannya, lho!
Maka dari itu, beragam cara bisa dilakukan orang tua apabila ingin perkembangan otak si kecil lebih optimal. Selain lewat stimulasi, pemberian nutrisi yang tepat juga tidak kalah penting. Dan nutrisi-nutrisi baik tersebut bisa didapatkan lewat makanan yang dikonsumsi anak sehari-hari.

Lantas, Apa yang Harus Dikonsumsi Anak agar Perkembangan Otaknya Lebih Optimal?

Menurut dokter spesialis anak, dr. Ian Suteja, Sp.A, dalam dunia medis tidak ada makanan yang perlu dihindari untuk membantu perkembangan otak anak. Sebaliknya, memberikan anak beragam makanan menjadi salah satu cara mengoptimalkan perkembangan otaknya.
"Jadi yang dianjurkan adalah makan makanan yang beragam. 'Oh, kamu harus makan salmon terus', itu enggak gitu. Yang kita anjurkan adalah makanan yang beragam," ujar dr. Ian kepada wartawan saat ditemui di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat ((30/5).
Dokter yang praktik di Tzu Chi Hospital PIK itu menyebut makanan sehat yang sehari-hari bisa diberikan dan mudah didapatkan adalah sayuran dan buah-buahan, tentunya dengan warna yang beragam pula.
Ilustrasi Anak Mau Makan Sayur Foto: wutzkohphoto/Shutterstock
"Buah dan sayur ada yang warna kuning, merah, dan itu semua mengandung nutrisi yang berbeda-beda," tegas dia.
Meski begitu, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari anak-anak, khususnya di bawah 1 tahun, agar tidak mengganggu pertumbuhannya. Ia menegaskan, madu sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 1 tahun, begitu juga makanan pedas perlu ditunda pemberiannya hingga usia 3 tahun.
Terkait madu, dr. Ian menyebut kandungan toksin botulinum dapat berbahaya bagi anak-anak di bawah usia 1 tahun karena perkembangan ususnya belum matang, sehingga belum bisa menetralisir racun. Bila sampai dikonsumsi, maka bayi bisa mengalami kejang otot, sesak napas, sulit menelan, sembelit, hingga enggan menyusu.
Konsumsi susu juga sebenarnya diperbolehkan, Moms. Setelah ASI eksklusif di usia 6 bulan pertama, si kecil bisa mendapatkan nutrisi tambahan lewat pemberian susu dengan takaran yang disesuaikan dengan usianya.
"Utamanya minum susu itu boleh. Tapi misalnya usia 6 bulan, kebutuhan cairannya paling hanya 140 cc per kilogram berat badan. Jadi perlu disesuaikan dengan usia dan berat badannya," tutup dr. Ian.
Trending Now