Donald Trump Ingatkan Ibu Hamil Hindari Tylenol, Disebut Sebabkan Autisme

23 September 2025 11:32 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump Ingatkan Ibu Hamil Hindari Tylenol, Disebut Sebabkan Autisme
Presiden AS Donald Trump memperingatkan dokter untuk tidak meresepkan obat pereda nyeri Tylenol kepada ibu hamil. Benarkah jadi penyebab autisme?
kumparanMOM
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers tentang autisme dan penggunaan obat pereda nyeri populer Tylenol untuk ibu hamil dan anak-anak di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Senin (22/9/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers tentang autisme dan penggunaan obat pereda nyeri populer Tylenol untuk ibu hamil dan anak-anak di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Senin (22/9/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan segera mengeluarkan peringatan untuk para dokter di AS agar tidak meresepkan obat pereda nyeri Tylenol kepada ibu hamil, yang biasa diberikan kepada pasien yang mengalami demam tinggi. Menurut Trump, mengonsumsi asetaminofen yang merupakan bahan utama Tylenol tidak baik untuk kesehatan ibu hamil.
"Saya ingin mengatakan apa adanya, jangan minum Tylenol. Jangan minum. Berjuanglah sekuat tenaga untuk tidak minum Tylenol," ucap Trump dalam konferensi persnya bersama Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy, Jr, Senin (22/9) malam waktu setempat, dikutip dari NBC.
Trump pun menyebut kandungan asetaminofen dalam Tylenol dan obat-obatan lain yang digunakan secara luas, salah satunya untuk ibu hamil, mungkin berkaitan dengan autisme. Trump meminta ibu hamil harus bertahan tanpa Tylenol karena diduga meningkatkan risiko autisme pada bayi yang dikandungnya.
Terlebih lagi, Trump menyampaikan kasus anak-anak dengan autisme di AS semakin mengkhawatirkan. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan, diagnosis autisme telah meningkat tajam sejak tahun 2000. Dan pada tahun 2020, angka kasus autisme pada anak berusia 8 tahun mencapai 2,77 persen.
Perlu diketahui, penggunaan Tylenol pada ibu hamil menjadi ramai diperbincangkan lantaran adanya laporan obat tersebut dapat menyebabkan autisme pada anak. Pada Agustus 2025, tinjauan penelitian yang dilakukan oleh dekan Harvard University's Chan School of Public Health menemukan anak-anak mungkin lebih mengembangkan risiko autisme dan gangguan perkembangan saraf lain saat terpapar Tylenol selama kehamilan ibunya. Para peneliti berpendapat perlu ada langkah pembatasan penggunaan obat tersebut, tetapi juga menganggap obat tersebut tetap diperlukan.
Namun, penelitian lain yang diterbitkan tahun 2024 tidak menemukan hubungan antara paparan Tylenol dengan autisme. Penelitian dilakukan dengan mengamati sampel populasi 2,4 juta anak yang lahir di Swedia antara tahun 1995 hingga 2019. Sekitar 7,5 persen di antaranya terpapar asetaminofen selama kehamilan.
Dengan membandingkan tingkat autisme antara anak-anak yang terpapar dan tidak, serta membandingkan saudara kandung dengan genetika yang sama, penelitian menyimpulkan tidak ada peningkatan risiko autisme, ADHD, atau cacat intelektual yang dikaitkan secara pasti dengan asetaminofen.

Klaim Donald Trump dan Menkes AS Dibantah oleh Produsen Tylenol dan Ahli Kesehatan

Ilustrasi Tylenol. Foto: Kylie Cooper/REUTERS
Nah Moms, asetaminofen yang merupakan bahan aktif Tylenol merupakan pilihan obat pereda nyeri yang aman bagi ibu hamil. American College of Obstetricians and Gynecologist juga merespons pengumuman Trump tidak didukung oleh bukti ilmiah lengkap. Dan justru dianggap menyederhanakan berbagai penyebab kompleks masalah neurologis pada anak-anak. Tylenol pun masih dianggap merupakan salah satu pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil.
Produsen Tylenol, Kenvue, juga memastikan obat tersebut aman untuk dikonsumsi tanpa menyebabkan autisme pada anak.
"Kami yakin ilmu pengetahuan yang independen dan valid dengan jelas menunjukkan mengonsumsi asetaminofen tidak menyebabkan autisme. Kami sangat tidak setuju dengan anggapan tersebut dan sangat prihatin dengan risiko kesehatan yang ditimbulkan pada ibu hamil," tulis pernyataan Kenvue, dikutip dari BBC.
Sebenarnya, beberapa penelitian memang menunjukkan adanya hubungan antara ibu hamil yang mengonsumsi Tylenol dan autisme. Namun, temuan ini belum menunjukkan hasil yang konsisten dan bahkan tidak meyakinkan. Para ahli kesehatan --yang telah meneliti penyebab autisme selama bertahun-tahun-- juga menegaskan tidak bisa menjadikan Tylenol sebagai penyebab tunggal autisme. Tetapi, ada dugaan merupakan hasil campuran kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.
"Studi yang telah dilakukan di masa lalu tidak menunjukkan bukti jelas yang menunjukkan hubungan langsung antara penggunaan asetaminofen secara bijak di trimester berapa pun dan hubungannya dengan perkembangan janin," tulis pernyataan American College of Obstetrics and Gynecology.
Asetaminofen diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1950-an sebagai alternatif resep untuk aspirin. Pada tahun 1970-an, asetaminofen tersedia secara bebas, dan menjadi salah satu obat pereda nyeri dan demam yang paling umum digunakan di negara ini.
American College of Obstetricians and Gynecologists dan kelompok medis besar lainnya menyatakan asetaminofen adalah salah satu pereda nyeri yang aman bagi wanita selama kehamilan. Dan penelitian belum menunjukkan bukti yang jelas terkait penggunaan selama kehamilan menyebabkan masalah perkembangan pada anak-anak.
40-65 persen wanita pernah mengonsumsi asetaminofen beberapa kali selama masa kehamilan, menurut sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam American Family Physician.
Asetaminofen atau acetaminophen juga dijual di Indonesia dan lebih dikenal sebagai paracetamol. Obat ini merupakan obat golongan analgesik atau pereda nyeri. Namun, sebaiknya tetap berkonsultasi dulu kepada dokter terkait penggunaan obat jenis apa pun, terutama bila Anda sedang hamil, Moms.
Trending Now