Dongeng Sebelum Tidur: Kancil dan Sungai yang Marah

25 November 2025 18:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dongeng Sebelum Tidur: Kancil dan Sungai yang Marah
Kancil cerdik menolong teman-temannya lewat petualangan hangat sebelum tidur.
kumparanMOM
Ilustrasi dongeng kancil dan sungai yang marah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dongeng kancil dan sungai yang marah. Foto: Shutter Stock
Dongeng adalah cara sederhana namun hangat untuk membantu anak merasa aman sebelum tidur. Lewat dongeng, imajinasi mereka tumbuh, nilai-nilai baik lebih mudah dipahami, dan hubungan emosional antara Anda dan si kecil pun makin kuat.
Kali ini, kita menghadirkan dongeng bertema kancil—tokoh favorit anak-anak. Simak kisah selengkapnya di bawah ini ya, Moms!

Kancil dan Sungai yang Marah

Ilustrasi membacakan dongeng kepada anak. Foto: Shutter Stock
Di sebuah hutan yang rimbun, hiduplah kancil, hewan kecil yang terkenal cerdik dan punya hati lembut. Suatu sore, kancil melihat sesuatu yang membuatnya bingung: Sungai Hening, sungai yang biasanya tenang dan jernih, tiba-tiba bergemuruh seperti sedang marah.
Airnya naik, riaknya besar, dan pohon-pohon di tepinya ikut bergetar ketakutan.
“Wah, ada apa ini?” gumam kancil.
Tak jauh dari sana, muncul kerbau, monyet, dan rusa. Mereka panik karena air mulai mendekati tempat tinggal mereka.
“Kancil, sungainya sedang marah! Apa yang harus kita lakukan?” tanya monyet gemetar.
Kancil menghela napas. “Sungai tidak bisa marah begitu saja. Pasti ada sesuatu yang membuatnya kesal," katanya.
Ia pun menyusuri tepi sungai. Semakin jauh berjalan, ia menemukan sumber masalahnya: tumpukan ranting dan batang kayu yang menyumbat aliran air.
“Oh, jadi ini penyebabnya! Sungai tidak bisa mengalir bebas,” kata kancil.
Tapi tumpukannya besar sekali. Hewan kecil seperti kancil mustahil bisa menggesernya sendirian.
Kancil kembali ke teman-temannya. “Sungai tidak marah. Ia hanya tersumbat. Kita harus bekerja sama untuk membantunya," kata kancil pada binatang-binatang lain.
Kerbau langsung mengangguk. “Aku kuat. Aku bisa mendorong batang kayu besar.”
Rusa menambahkan, “Aku bisa menarik ranting-ranting dengan tandukku.”
Monyet pun berseru, “Aku bisa memanjat dan memindahkan ranting yang tersangkut di atas!”
Kancil tersenyum. “Kalau begitu, ayo kita lakukan bersama-sama.”
Mereka pun bekerja keras. Kerbau mendorong kayu besar, rusa menarik serpihan ranting, dan monyet memanjat untuk membersihkan bagian atas. Kancil mengatur strategi supaya semua bergerak aman dan teratur.
Tak butuh waktu lama, sumbatan itu pun terlepas.
“Swooosh!” Air sungai kembali mengalir tenang dan jernih. Sungai Hening kembali tersenyum dengan riak lembutnya.
“Terima kasih, teman-teman,” ujar kancil. “Kalau kita bekerja sama, masalah sebesar apa pun bisa mengalir kembali.”
Semua hewan tersenyum lega. Hari itu, mereka belajar bahwa kerja sama jauh lebih kuat daripada kekuatan satu makhluk saja.
Dan malam pun turun. Hutan kembali damai, ditemani suara sungai yang berbisik lembut—menemani siapa pun yang siap beristirahat.
Trending Now