Florida Mau Hapus Syarat Wajib Vaksin Termasuk pada Anak Sekolah, Tuai Kritikan

5 September 2025 13:41 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Florida Mau Hapus Syarat Wajib Vaksin Termasuk pada Anak Sekolah, Tuai Kritikan
Negara bagian Florida, Amerika Serikat, mau menghapus semua persyaratan vaksin untuk anak-anak sekolah. Rencana ini mendapat kecaman, salah satunya dari American Academy of Pediatrics.
kumparanMOM
Seorang anak laki-laki menerima vaksin COVID-19 di AS, Rabu. Foto: Hannah Beier/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak laki-laki menerima vaksin COVID-19 di AS, Rabu. Foto: Hannah Beier/REUTERS
Negara bagian Florida, Amerika Serikat, berencana untuk mengakhiri semua perintah wajib vaksin, termasuk untuk anak-anak sekolah. Pengumuman yang disampaikan kepala ahli bedah Florida, Joseph Ladapo, dan Gubernur Florida, Ron DeSantis, ini menuai banyak kritikan karena berpotensi memicu wabah penyakit. Khususnya pada kelompok anak-anak, wisatawan, dan masyarakat dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (3/9) kemarin, Ladapo menyebut vaksinasi merupakan pilihan pribadi masing-masing orang. Ia juga menyamakan vaksin dengan perbudakan dan mengatakan pemerintah tidak berhak memberi tahu orang-orang apa yang harus dimasukkan ke dalam tubuh mereka.
"Siapakah saya sebagai pemerintah atau siapa pun, atau siapakah saya sebagai seorang pria yang berdiri di sini sekarang untuk memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan dengan tubuh Anda?" kata Ladapo, dikutip dari Reuters.
Ladapo mengatakan, lembaganya akan mencabut mandat untuk sekitar setengah lusin vaksin wajib yang berada di bawah wewenangnya. Ia tidak merinci vaksin mana yang akan dihapuskan oleh lembaganya.
DeSantis, yang berasal dari Partai Republik, menjadikan penentangan terhadap mandat dan tindakan pencegahan COVID-19 sebagai prinsip utama masa jabatan pertamanya.
"Kebebasan medis adalah sesuatu yang harus kita lindungi dengan sangat teliti," kata DeSantis.
Bila jadi diterapkan, maka negara bagian ini akan menjadi yang pertama yang tidak mewajibkan vaksin untuk masuk sekolah.

Rencana Florida Mendapat Kecaman dari Para Dokter

Merespons rencana pemerintahan Florida, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut langkah tersebut dapat membahayakan anak-anak.
β€œKetika semua orang di sekolah divaksinasi, penyebaran penyakit akan lebih sulit, dan lebih mudah bagi semua orang untuk tetap bersenang-senang dan belajar,” kata Presiden AAP, Susan J. Kressly, M.D., FAAP, dalam keterangan resminya.
β€œKetika anak-anak sakit dan tidak bersekolah, orang tua juga tidak bekerja, yang tidak hanya berdampak pada keluarga mereka, tetapi juga perekonomian lokal. Kami khawatir pengumuman ini akan meningkatkan risiko anak-anak di sekolah negeri Florida jadi mudah sakit, dan memiliki efek domino di seluruh komunitas mereka," lanjut dia.
Sebuah studi tahun 2024 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan, vaksin dapat mencegah 508 juta penyakit seumur hidup, 32 juta rawat inap, dan 1,1 juta kematian di antara anak-anak yang lahir antara tahun 1994-2023.

Kondisi Cakupan Imunisasi di Amerika Serikat Mulai Mengkhawatirkan?

Seorang anak laki-laki menerima vaksin COVID-19 di AS. Foto: Hannah Beier/REUTERS
Nah Moms, semua negara bagian AS memiliki persyaratan vaksin bagi anak-anak yang hendak masuk ke sekolah negeri, dengan pengecualian khusus yang berbeda-beda di setiap negara bagian.
Di Florida, persyaratan vaksin bervariasi berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, vaksin yang tersedia mencakup vaksin yang melindungi dari difteri, tetanus, pertusis aselular, polio, campak, gondongan, rubela, hepatitis B, dan cacar air.
Sementara pada tahun ajaran lalu, sekitar 5,1 persen siswa TK di Florida mendapatkan pengecualian dari mandat vaksin, dibandingkan dengan 3,6 persen secara nasional, menurut data CDC. Hampir semua pengecualian tersebut bersifat nonmedis.
Namun, kondisi cakupan imunisasi di AS beberapa tahun terakhir cukup mengkhawatirkan. Menurut data federal, tingkat vaksinasi untuk beberapa penyakit, termasuk campak, difteri, dan polio, menurun di kalangan murid-murid TK pada tahun ajaran 2024-2025.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Juli 2025 mengungkapkan wabah campak yang semakin meluas. Bahkan, pada bulan tersebut, kasus terkonfirmasi campak mencapai tingkat tertinggi, sejak penyakit tersebut dinyatakan telah musnah di AS pada tahun 2000.
Presiden Perhimpunan Penyakit Menular Amerika Serikat, Dr. Tina Tan, menegaskan langkah Florida ini akan menjadi bencana besar bagi negara tersebut.
"Anda akan mengalami banyak wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Anak-anak ini akan membawa pulang [penyakit]," tutur Dr. Tan.
Lebih lanjut, jika Florida melanjutkan rencana pencabutan semua persyaratan vaksin, maka hal itu juga dapat berdampak pada persyaratan vaksinasi di tempat penitipan anak atau tempat lain yang mewajibkan vaksinasi.
Dampak lainnya adalah dapat menempatkan orang-orang sistem kekebalan tubuh lemah dan tidak dapat divaksinasi pada risiko penyakit dan kematian.
Trending Now