Ingin Tahu Hamil atau Tidak Usai Berhubungan Seks, Kapan Perlu Pakai Test Pack?
3 Desember 2024 10:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Ingin Tahu Hamil atau Tidak Usai Berhubungan Seks, Kapan Perlu Pakai Test Pack?
Seputar kapan perlu menggunakan test pack untuk mengetahui hamil atau tidak setelah berhubungan seks.kumparanMOM

Ya Moms, beberapa orang mungkin pernah memiliki pengalaman hasil test pack negatif setelah berhubungan seks dengan suami. Sehingga, menimbulkan rasa kecewa dan sedih karena Anda belum kunjung mengandung.
Tetapi, sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan Anda sebelum menggunakan test pack. Apakah hasil negatif ini memang menunjukkan Anda tidak hamil, atau justru tes kehamilan yang dilakukan terlalu dini.
Simak selengkapnya penjelasan di bawah ini!
Kapan Harus Pakai Alat Test Pack Setelah Berhubungan Seks?
Dikutip dari Healthline, bagi Anda yang selama ini memiliki jadwal menstruasi yang teratur, dokter akan menyarankan Anda agar menunggu hingga perkiraan tanggal menstruasi akan tiba. Jadi, tidak perlu terburu-buru untuk membeli test pack, dan cobalah tunggu hingga hari di mana seharusnya menstruasi Anda akan dimulai. Jika telat menstruasi hingga 7 hari, barulah bisa dicoba untuk menggunakan test pack Anda.
Bagaimana cara kerja tes kehamilan? Menurut Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekolog dari Yale University, Mary Jane Minkin, MD, test pack bekerja dengan cara mengukur hormon human chorionic gonadotropin (hCG).
Akan tetapi, jumlah hormon yang dapat dideteksi oleh berbagai macam test pack bisa bervariasi. Umumnya, tubuh Anda tidak menghasilkan cukup hormon untuk dapat dideteksi hingga setidaknya 10 hari setelah sperma berhasil membuahi sel telur. Jadi, setelah berhubungan seks, sperma yang dikeluarkan oleh suami tidak akan begitu saja langsung menanamkan sel telur ya, Moms.
Minkin menjelaskan, butuh beberapa waktu bagi sel telur dan sperma untuk berjalan bersama melalui tuba falopi, --tempat keduanya akan pertama kali bertemu--, hingga ke rahim tempat menempelnya sel telur. Setelah sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim, maka sel tersebut akan mulai membelah, lalu kemudian membentuk plasenta, --yang akan menjadi tempat hormon kehamilan tersebut.
"Secara keseluruhan, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 9 hari setelah pembuahan bagi tubuh untuk menghasilkan 20-25 milliInternational Unit (mIU) per ml hCG yang dibutuhkan sebagian besar tes urine untuk memicu hasil positif," kata Minkin.
Namun, bila Anda lupa atau tidak mengetahui pasti tanggal menstruasi yang seharusnya, atau jadwal haid yang tidak teratur, para ahli akan menyarankan Anda untuk menunggu 9-12 hari setelah berhubungan seks tanpa pengaman, seperti kondom.
Bila hasilnya masih negatif, maka pertimbangkan lagi untuk melakukan tes kehamilan 12 hari setelah berhubungan seks.
Direktur Medis di Progyny, Alan Copperman, dan salah satu pendiri Reproductive Medicine Associates of New York, menyarankan Anda untuk melakukan tes kehamilan di pagi hari. Sebab, di pagi hari, kondisi urine Anda paling pekat dengan hormon hCG.
"Jika Anda menjalani tes di sore hari, pastikan Anda tidak minum banyak cairan beberapa jam sebelum tes. Dengan begitu, jika Anda hamil, akan ada lebih banyak hCG yang dapat dideteksi," ucap Copperman.
Kenapa Ada Hasil Tes Kehamilan Negatif Palsu dan Positif Palsu?
Hal ini bisa menandakan dua hal, Moms. Hasil tes kehamilan negatif bisa menandakan bahwa Anda memang tidak hamil, atau justru mendapat hasil negatif palsu.
Hasil tes negatif palsu kemungkinan besar terjadi akibat Anda terlalu cepat melakukan pengecekan atau kondisi urine yang terlalu encer. Jika hasil tes selanjutnya tetap negatif namun Anda telat menstruasi, coba lakukan tes kehamilan lewat darah atau USG bersama dokter kandungan.
Sebaliknya, beberapa wanita juga bisa mendapat hasil tes kehamilan positif palsu.
"Ada kemungkinan [untuk mendapatkan] hasil positif palsu jika ada darah atau protein di dalam urine Anda. Yang berarti tes mengatakan Anda hamil, padahal sebenarnya tidak," ucap Copperman.
Beberapa obat-obatan yang digunakan juga dapat menyebabkan hasil positif palsu, seperti obat penenang, obat antikonvulsan, hingga obat kesuburan. Jika memang Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut dan mendapat hasil positif pada test pack, maka Copperman menyarankan untuk melakukan tes darah untuk mengonfirmasi hasilnya.
