Jangan Tunda ke Dokter! Ini 6 Tanda Bahaya pada Kesehatan Anak

5 Januari 2026 19:05 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jangan Tunda ke Dokter! Ini 6 Tanda Bahaya pada Kesehatan Anak
Saat anak sakit, orang tua kerap dilema antara menunggu kondisi membaik atau segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan.
kumparanMOM
Ilustrasi Ibu menemani anak sakit. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu menemani anak sakit. Foto: Shutterstock
Saat anak sakit, orang tua kerap bingung menentukan kapan kondisi masih bisa dipantau di rumah dan kapan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K) menjelaskan sejumlah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan dan memerlukan penanganan medis segera.

Tanda Anak Harus Segera Dibawa ke Fasilitas Kesehatan Menurut Dokter

1. Demam Tinggi dan Sesak Napas
Salah satu tanda utama anak perlu dibawa ke fasilitas kesehatan adalah demam tinggi, terutama jika suhunya mencapai di atas 39,5 derajat Celsius. Selain itu, orang tua juga perlu waspada bila anak mengalami sesak napas. Sesak napas pada anak dapat ditandai dengan napas yang terlihat ngos-ngosan.
Ilustrasi Anak Demam Foto: Thanes.Op/Shutterstock
"Atau ada tarikan dinding dada bagian bawah, itu adalah gejala sesak napas harus dibawa ke fasilitas kesehatan,” ucap dr. Nastiti dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12).
2. Saturasi Oksigen Menurun
Pasca pandemi COVID-19, banyak keluarga memiliki alat pengukur saturasi oksigen (oksimeter) yang dipasang di jari. Alat ini bisa menjadi petunjuk awal kondisi anak. Jika saturasi oksigen berada di bawah 95 persen, terlebih lagi di bawah 92 persen, anak perlu segera dibawa ke rumah sakit karena menandakan tubuh membutuhkan tambahan oksigen.
3. Kejang dan Kondisi Umum Memburuk
Ilustrasi anak sakit menggunakan masker oksigen berbaring di tempat tidur rumah sakit. Foto: TinnaPong/Shutterstock
Anak yang mengalami kejang, baik disertai demam maupun tidak, juga perlu segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu, kondisi umum anak yang memburuk, seperti tampak sangat lemas dan tidak responsif, menjadi tanda peringatan yang serius.
4. Tidak Mau Makan dan Minum
Dr. Nastiti juga mengingatkan orang tua untuk waspada jika anak tidak mau makan, terutama tidak mau minum. Kekurangan cairan dapat berbahaya bagi anak. Tanda yang bisa diamati adalah frekuensi buang air kecil yang menurun. Jika anak tidak buang air kecil selama 4–6 jam, padahal biasanya setiap 2–3 jam, hal ini menandakan risiko dehidrasi dan perlu diperiksakan ke rumah sakit.
5. Muntah Terus-Menerus
Ilustrasi anak mual dan muntah. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Jika anak mengalami muntah-muntah terus hingga tidak bisa menerima makanan atau minuman, kondisi ini juga menjadi alasan kuat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Muntah berulang dapat mempercepat terjadinya dehidrasi dan memperburuk kondisi anak.
6. Penurunan Kesadaran
Tanda paling serius adalah penurunan kesadaran. Anak terlihat tidur terus, sulit dibangunkan, tidak mau melakukan kontak mata, atau tidurnya jauh lebih dalam dari biasanya. Meski tidak selalu disertai kejang, kondisi ini menunjukkan komplikasi yang lebih berat dan membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.
β€œDia nggak kejang tapi nggak ada kontak matanya, sulit dibangunkan. Tidurnya sangat dalam, lebih dalam dari biasanya berarti kita mengatakannya itu penurunan kesadaran dan perlu dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.
Trending Now