Kasus Influenza pada Anak Merebak dan Bisa Berakibat Fatal, Waspadai Gejalanya!
2 Oktober 2025 18:37 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kasus Influenza pada Anak Merebak dan Bisa Berakibat Fatal, Waspadai Gejalanya!
Apa itu influenza A dan B yang menyerang pada anak? kumparanMOM

Belakangan ini, banyak orang tua curhat di media sosial karena anaknya harus dirawat di rumah sakit akibat influenza. Ya, Moms, para ibu merasa khawatir karena anaknya mengalami demam, flu dan batuk yang tak kunjung usai meski sudah di rawat inap.
Beberapa anak terdeteksi mengalami influenza tipe A dan sebagian lainnya mengalami influenza tipe B. Lalu, apa perbedaan di antara keduanya? Yuk, simak penjelasan para ahli di bawah ini.
Apa Itu Influenza A,B, dan C?
Menurut anggota UKK Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, SpA (K), influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Ada 3 tipe influenza, tapi yang paling sering menyerang manusia adalah influenza A dan influenza B.
Perbedaan influenza tipe A, B dan C
Perbedaan Influenza dan Common Cold
Gejala influenza lebih berat dibanding pilek biasa atau yang sering disebut common cold alias salesma.
Jika imunitas anak cepat meningkat, salesma cenderung lebih mudah sembuh dengan sendirinya. Umumnya anak hanya perlu istirahat yang cukup, mencukupi kebutuhan cairan, dan makan makanan bergizi, serta kompres dengan air hangat jika ada demam.
βJadi satu pemahaman bahwa tidak semua batuk pilek itu disebabkan oleh influenza, lebih sering virus-virus yang lain yang biasanya cepat sembuh, yang disebut dengan selesma atau common cold.β kata dr. Nastiti.
Gejala flu (commod cold)
Gejala Influenza pada Anak
Umumnya sulit dibedakan tanpa pemeriksaan lab, karena gejalanya mirip seperti:
Selain itu, kenali red flag yang perlu segera dibawa ke dokter jika anak mengalami tanda-tanda:
Kenapa Anak Lebih Rentan?
Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa tingkat rawat inap akibat influenza pada anak usia 1β4 tahun dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan kelompok lain.
Salah satu penyebabnya adalah virus influenza yang cepat bermutasi, sehingga tubuh sulit membentuk perlindungan jangka panjang.
βMutasi virus influenza mengubah bentuk protein, sehingga yang tadinya bisa dicegah dengan vaksinasi menjadi menghindar karena mutasi ini," ujar dr. Nastiti
Bahaya Influenza Bila Tidak Ditangani
Jangan anggap influenza sekadar flu biasa, Moms. Karena jika tidak ditangani dengan tepat, influenza bisa memicu komplikasi serius seperti:
Apa yang Harus Dilakukan?
Konsultasi ke dokter jika anak demam tinggi, tampak lemas, atau muncul red flag.
Siapa yang Perlu Vaksin Influenza?
Vaksin influenza dianjurkan untuk:
Vaksin perlu diulang setiap tahun karena virus influenza cepat bermutasi.
