Kebiasaan Anak RI Fokus Karbohidrat-Protein, Bagaimana Penuhi Mikronutriennya?

30 September 2025 15:25 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebiasaan Anak RI Fokus Karbohidrat-Protein, Bagaimana Penuhi Mikronutriennya?
Dokter menyebut orang tua di Indonesia masih terlalu fokus pada konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak (makronutrien). Padahal, mikronutrien (vitamin dan mineral) juga tidak kalah penting!
kumparanMOM
Peluncuran kampanye "Bekal Seru Semua Aksimu" oleh Diamond UHT Milk. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran kampanye "Bekal Seru Semua Aksimu" oleh Diamond UHT Milk. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Generasi alfa merupakan generasi anak-anak yang memiliki beragam tantangan dalam proses tumbuh kembangnya. Anak-anak kelahiran tahun 2010-2025 ini tidak hanya berhadapan dengan era teknologi yang semakin maju, tetapi juga kebutuhan nutrisi yang dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan, dan pola asuh.
Ya Moms, meski tidak ada perbedaan kebutuhan nutrisi secara biologis, tetapi perubahan gaya hidup yang semakin modern dapat mempengaruhi asupan yang diberikan kepada si kecil. Tentunya, kebutuhan mikronutrien dan makronutrien harus diberikan secara seimbang.
Namun, menurut dokter spesialis anak, dr. S Tumpal Andreas, Sp.A, kondisi anak-anak muda di Indonesia saat ini masih yang mengalami underweight (berat badan kurang) dan overweight (kelebihan berat badan). Hal ini dikarenakan orang tua di Indonesia masih terlalu fokus dengan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), padahal mikronutrien (vitamin dan mineral) juga tidak kalah penting.
"Pemberian nutrisi yang baik dan seimbang itu harus dilakukan sejak kecil. Di Indonesia, selalu makro duluan, mikro kecil jadi nggak dibutuhkan? No. Dia kecil tapi sangat dibutuhkan, karena susah didapatkan, jumlah amat kecil, tapi harus dapat," ujar dr. Andreas dalam peluncuran kampanye 'Bekal Seru Semua Aksimu' di Scientia Square Park, Tangerang, Sabtu (27/8).
Ilustrasi anak makan nasi dan telur. Foto: Shutter Stock
Untuk melengkapi kebutuhan mikronutrien tersebut, sebenarnya dr. Andreas menyebut boleh ditambah dengan susu karena merupakan sumber kalsium yang paling mudah didapatkan. Susu dapat diberikan setelah anak tidak lagi mendapat ASI.
"Kalsium sumber paling gampang, tapi susu sumber kalsium yang paling mudah didapatkan. Ada protein hewani, sudah pasti memenuhi kebutuhan nutrisi sebagai sel pembangun. Ada vitamin lain, fosfor, dan lain-lain," jelas dr. Andreas.

Artika Sari Devi Ungkap Kebiasaan Unik Anak-anaknya Minum Susu

Minum susu ternyata telah menjadi kebiasaan bagi anak-anak selebriti Artika Sari Devi. Karena kedua anak-anaknya, Sarah Abiela Ibrahim dan Dayana Zoelie Ibrahim, begitu aktif dan suka berolahraga, maka sebagai ibu ia ingin selalu kebutuhan energi putrinya terpenuhi, salah satunya lewat susu.
"Saya biarkan mereka menikmati hal-hal yang mereka suka. Ada olahraga yang dia sukai. Dan dia tahu makanan sehat, comfort food dan comfort drink. Dan anak-anak suka susu. Dan itu ternyata sangat membantu mereka untuk membantu kebutuhan nutrisinya, dan lebih siap performanya di sekolah," ungkap Artika.
Dan sebagai ibu anak-anak gen-Z dan alfa, ada satu hal yang membuatnya kaget. Karena ternyata, anak-anaknya sudah melek teknologi dan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), mereka belajar untuk membaca kandungan nutrisi makanan dan minuman yang mereka konsumsi, lho!
"Jangan kita underestimate, mereka tuh bisa baca label nutrisi. Mereka cari itu di AI, ChatGPT, karena mereka lebih cepat respons informasi. Dan dia cari susu itu gulanya berapa? Rendah enggak? Kalau fresh milk, berarti mereka approved," cerita istri musisi Baim itu.

Diamond UHT Milk Luncurkan Kampanye 'Bekal Seru Semua Aksimu'

Peluncuran kampanye "Bekal Seru Semua Aksimu" oleh Diamond UHT Milk. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Dalam kesempatan yang sama, Diamond UHT Milk meluncurkan sebuah kampanye bertajuk 'Bekal Seru Semua Aksimu' yang bertujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak, khususnya generasi alfa. General Manager PT Diamond Food Indonesia, Ivonne Adelia, menjelaskan alasan kampanye ini dibuat, yaitu masih cukup rendahnya konsumsi susu pada anak-anak di Indonesia.
"Jadi, campaign ini kita ingin mengajak dan membuka wawasan ibu-ibu tentang raising alpha generation. Raising emotionally, raising nutritionally," kata Ivonne.
Nantinya, kampanye ini akan hadir langsung di ratusan sekolah di berbagai daerah, serta berbagai destinasi wisata keluarga, yang sekaligus menjadi momen memperkenalkan pentingnya bekal sehat kepada anak-anak sejak dini.
Trending Now