Kemenkes Ungkap Hasil CKG: Ribuan Ibu Hamil dan Nifas Mengalami Gejala Depresi
9 Oktober 2025 11:19 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kemenkes Ungkap Hasil CKG: Ribuan Ibu Hamil dan Nifas Mengalami Gejala Depresi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ungkap data hasil cek kesehatan gratis (CKG) yang menunjukkan angka depresi ibu hamil dan ibu nifas cukup tinggi.kumparanMOM

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan hasil skrining kejiwaan pada cek kesehatan gratis (CKG). Hingga 7 Oktober 2025, sudah 18,7 orang dewasa dan lansia yang melakukan skrining kejiwaan. Hasilnya, 173.394 orang atau 0,92 persen menunjukkan gejala depresi.
Selain itu, Kemenkes mencatat sebanyak 152.494 orang atau 0,81 persen menunjukkan kemungkinan gejala kecemasan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyebut data Kemenkes per 6 Oktober 2025 menunjukkan potensi angka depresi yang cukup tinggi pada kelompok ibu hamil dan ibu nifas.
Data menunjukkan, secara nasional sebanyak 8,5 persen atau 9.280 dari 101.338 ibu hamil dan ibu nifas yang diskrining menunjukkan kemungkinan gejala depresi.
"Menjadi alarm bagi kita semua bahwa untuk menjadi ibu ini nggak mudah. Apalagi, pada saat mereka mau bersalin ini buat stressor sendiri, jadi kita juga harus perhatikan bagaimana kesehatan jiwa dari ibu hamil dan nifas," kata Imran dikutip dari Antara.
Data-data hasil skrining ini menjadi penting untuk meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat. Mulai dari Pengasuhan Positif dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) hingga rehabilitatif, seperti pemenuhan kapasitas rehabilitasi medis Napza di puskesmas.
"P3LP bertujuan mengurangi tingkat stres negatif, sehingga mengurangi risiko munculnya gejala masalah psikologis yang lebih berat," kata Imran.
Lebih lanjut, Imran juga menyampaikan Kemenkes telah menerapkan empat pilar pencegahan bunuh diri, yakni pencegahan faktor risiko, pencegahan timbulnya pemikiran tentang menyakiti diri sendiri, pencegahan percobaan bunuh diri, serta membangun database terkait bunuh diri (suicide registry).
"Sebagian besar masalah yang mereka keluhkan itu sumbernya adalah keluarga. Jadi, kalau dulu keluarga itu adalah suatu tempat kita berdamai, tetapi sekarang justru di situlah ada masalah-masalah," ungkap dia.
Bila mengalami gejala kesehatan mental, Anda bisa memanfaatkan layanan konseling pencegahan bunuh diri, yang dapat diakses di https://healing119.id/. Per 17 September 2025, tercatat sebanyak 15.424 pengguna telah mengakses layanan tersebut.
Bagaimana Mencegah Depresi pada Ibu Hamil?
Moms, masalah kesehatan mental bisa dialami oleh siapa saja, termasuk para ibu. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti beban biologis, emosional, dan sosial yang saling bertumpuk, sering tanpa dukungan yang memadai.
Very Well Family melansir, ibu hamil mengalami kesedihan, kesepian, hingga perasaan putus asa selama kehamilannya. Hal ini sebenarnya bagian dari kehamilan yang sehat, namun perubahan suasana hati yang ekstrem saat hamil juga bisa mengindikasikan kondisi serius seperti depresi antepartum.
Depresi antepartum atau depresi selama kehamilan dapat menyebabkan ibu merasa terisolasi dan sendirian. Ibu hamil yang depresi akan mengalami perubahan dalam tidur, nafsu makan, dan emosi yang naik turun sehingga dapat mempengaruhi kesehatan dirinya dan bayi di dalam kandungan.
Depresi pada ibu hamil sangat bisa dicegah, bagaimana caranya? Simak beberapa caranya!
1. Dukungan Psikososial
Dukungan psikososial sangat penting, yaitu bagaimana melibatkan anggota keluarga agar ibu hamil mendapat pengertian dan dukungan selama kehamilan. Memahami tanda-tanda dan penanganan depresi pada ibu hamil bisa menjadi tindakan preventif.
2. Olahraga Yoga
Prenatal yoga terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan dan depresi pada ibu hamil trimester ketiga. Dengan berolahraga Yoga, maka dapat membantu mengurangi stres yang dapat memicu depresi.
3. Deteksi Dini Kesehatan Jiwa
Deteksi dini depresi lewat skrining juga dianjurkan untuk mencegah depresi yang lebih parah selama kehamilan. Skrining ini sudah terdapat dalam CKG, Moms.
4. Kelas Ibu Hamil
Terapi mindfulness dan relaksasi, termasuk terapi musik dan autogenic relaxation, dapat menurunkan tingkat kecemasan dan stres yang berkontribusi pada depresi ibu hamil. Anda juga bisa mengikuti kelas ibu hamil yang mengajarkan teknik coping psikologis, persiapan persalinan, serta edukasi kesehatan mental.
