Kenali Late Bloomer, Kondisi Ketika Perkembangan Bayi Lebih Lambat
3 Oktober 2025 17:13 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Kenali Late Bloomer, Kondisi Ketika Perkembangan Bayi Lebih Lambat
Kenali tanda-tanda bayi mengalami keterlambatan berkembang atau late bloomer dan pahami penanganannya.kumparanMOM

Pernahkah merasa bayi Anda belum mencapai tonggak perkembangan sesuai usianya? Ingat Moms, setiap anak itu unik dan perkembangannya bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Ada yang berkembang lebih awal, tetapi juga yang lebih lambat.
Ya, mungkin yang dialami bayi adalah late bloomer, atau menunjukkan perkembangan yang lebih lambat dibandingkan kebanyakan bayi seusianya.
Bayi yang mengalami late bloomer mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan bayi-bayi lain untuk mencapai tonggak perkembangan tertentu, seperti berbicara, berjalan, atau membaca. Jika perkembangan bayi Anda sedikit terlambat, bukan berarti pasti ada yang salah dengannya.
Misalnya, bayi yang mengalami keterlambatan bahasa. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan sebagian besar bayi setidaknya dapat mengucapkan satu kata pada usia 1 tahun. Dan pada usia 18-24 bulan, mereka dapat mempelajari satu kata baru setiap minggu. Meski begitu, angka ini hanyalah rata-rata, artinya sebagian balita dapat mencapai tonggak ini lebih cepat, sementara sebagian lainnya lebih lambat.
Dikutip dari laman Parents, keterlambatan bahasa ini bukan hal yang jarang terjadi. Setidaknya, 1 dari 5 anak mengalami kondisi tersebut. Karena menurut dokter anak Pamela High, MD, asal Amerika Serikat, berkomunikasi itu merupakan sesuatu yang rumit.
Faktor Apa yang Dapat Memengaruhi Bayi Mengalami Late Bloomer?
Nah Moms, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi perkembangan si kecil jadi lebih lambat dari rata-rata usianya, yaitu:
1. Sifat dan Temperamen
Sifat anak akan secara langsung memengaruhi perkembangannya. Misalnya, bayi dengan sifat yang lebih gigih mungkin tidak cepat menyerah untuk bisa menguasai keterampilan tertentu, misalnya berguling. Sebaliknya, pada bayi yang memiliki sifat gigih cenderung akan lebih cepat menyerah, sehingga memperlambat keterampilan dan mencapai tonggak pencapaian tertentu.
2. Lingkungan
Bayi yang dimanja oleh anggota keluarganya mungkin tidak mencapai tonggak perkembangannya lebih cepat, karena mereka cenderung lebih jarang diberi kesempatan untuk bereksplor. Hal ini karena mereka dianggap tidak perlu mencoba, sebab semua hal yang dibutuhkan telah disediakan. Padahal, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba berbagai hal sendiri, yang tentunya dapat membantu mencapai tonggak perkembangan lebih cepat.
3. Tonus Otot
Anak-anak dengan tonus otot yang lemah mungkin akan lebih lemas atau sulit mempertahankan gerakan. Untuk memperkuat otot-ototnya, Anda bisa berdiskusi dengan dokter terkait stimulasi atau kemungkinan terapi yang akan diberikan.
4. Minat yang Berbeda
Setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda. Beberapa anak mungkin lebih tertarik mengambil pensil atau krayon untuk menggambar, sehingga tidak terlalu tertarik untuk belajar berjalan dan berlari. Hal ini wajar, Moms, dan tetap beri stimulasi agar perkembangan lainnya juga dapat dikejar.
5. Interaksi dengan Orang Tua
Faktor lainnya adalah waktu yang dihabiskan orang tua bersama anak mereka. Ya Moms, anak-anak yang tidak diberi cukup waktu untuk belajar sendiri maka cenderung akan lebih lambat perkembangannya. Namun, ketika Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka, seperti bermain sambil stimulasi, maka tonggak perkembangan akan lebih cepat tercapai.
6. Nutrisi dan Kesehatan
Gizi dan kesehatan bayi akan secara langsung memengaruhi pikiran dan tubuh mereka. Bayi yang sehat tentu akan lebih mungkin mencapai tonggak perkembangan lebih cepat, dibandingkan bayi yang sakit-sakitan atau kekurangan gizi.
Jika meyakini bayi Anda late bloomer, maka ada beberapa cara pengasuhan yang perlu diterapkan. Pertama, ingatkan bahwa masing-masing bayi itu unik dan memiliki perjalanan tonggak perkembangan yang berbeda-beda.
Kedua, tidak perlu dipaksa. Anda boleh saja mendorong si kecil untuk berani bereksplorasi, namun jangan memaksanya melakukan sesuatu yang lebih cepat. Karena anak-anak perlu belajar dengan kecepatan mereka sendiri, agar mereka memahami apa yang mereka pelajari.
Dan terakhir dan penting, jangan melabeli anak ketika tonggak perkembangannya tidak secepat anak-anak seusianya. Setiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan studi menunjukkan, pemberian label negatif tentu bisa berdampak negatif pada harga diri anak.
Kapan Perlu Khawatir dan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Meski anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing, terdapat rentang usia tertentu di mana ia seharusnya sudah bisa mencapai tonggak perkembangan tertentu. Ya, memperhatikan tonggak perkembangan sangat penting, karena beberapa tanda awal autisme dapat dideteksi bahkan sebelum usia 12 bulan.
Karena seiring berjalannya waktu, bayi perlu merespons sesuatu seperti berkontak mata dan tersenyum kepada orang tuanya. Dan ketika bayi tidak menunjukkan tanda-tanda berinteraksi atau bergerak dengan cara tertentu, seperti merangkak, berjalan, dan sebagainya, atau bahkan tidak berusaha mau melakukannya, maka Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
