Kenali Tanda Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa Agar Tak Salah Penanganan
22 Oktober 2025 12:16 WIB
ยท
waktu baca 3 menitDiperbarui 24 Desember 2025 17:53 WIB

Kenali Tanda Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa Agar Tak Salah Penanganan
Banyak orang tua sering bingung saat anak menunjukkan reaksi setelah mengonsumsi susu, apakah itu alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.kumparanMOM

Tak sedikit orang tua bingung saat tubuh anak menunjukkan reaksi tertentu setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya. Apakah ini tanda alergi susu sapi ataukah karena intoleransi laktosa? Meski sering disamakan, keduanya ternyata merupakan kondisi yang berbeda, Moms!
Ya, memahami perbedaan keduanya sangat penting agar penanganannya tepat dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Perbedaan mendasar antara alergi dan intoleransi terletak pada bagaimana tubuh merespons zat tertentu.
Membedakan Alergi dan Intoleransi Laktosa
Alergi terjadi karena sistem imun menganggap protein tertentu sebagai ancaman, sehingga tubuh bereaksi meskipun hanya terpapar dalam jumlah sangat kecil. Gejala alergi bisa langsung muncul walau anak hanya mengonsumsi sedikit makanan pemicu.
Sementara itu, intoleransi bukan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh, melainkan karena tubuh tidak mampu mencerna zat tertentu dengan baik seperti laktosa pada susu. Pada kasus intoleransi, tubuh masih bisa mentoleransi dalam jumlah kecil, misalnya satu gelas susu. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah besar barulah gejala mulai terasa.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Moms, gejala alergi dan intoleransi bisa sangat beragam dan tidak selalu sama pada setiap anak. Namun bila dibiarkan, hal tersebut dapat mengganggu tahap eksplorasi si Kecil, mulai dari belajar hingga bermain.
Nah, reaksi alergi biasanya bisa muncul di seluruh tubuh, tidak terbatas pada satu sistem organ saja. Lebih cepat atasi gejalanya, lebih baik pula tahap eksplorasi anak nantinya, Moms.
1. Gejala Kulit
-Ruam merah dan gatal yang muncul mendadak setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya seperti keju, yoghurt, atau biskuit.
-Eksim yang sering terlihat pada bayi usia 2โ3 bulan.
-Kulit kering dan bersisik yang sulit sembuh meski sudah diberikan perawatan.
2. Gejala Pencernaan
-Bisa berupa diare atau justru sembelit.
-Kadang juga disertai mual dan muntah.
-Pola buang air besar yang tidak teratur setelah mengonsumsi produk susu.
Bila muncul gejala-gejala tersebut pada anak, segera konsultasikan ke dokter ya, Moms! Lalu, Anda dapat memberikan nutrisi alternatif dari susu sapi dengan susu soya. Susu ini terbuat dari isolat protein soya yang telah difortifikasi dengan nutrisi penting sesuai kebutuhan si Kecil, Moms.
Susu soya terbukti secara klinis dapat menjadi salah satu alternatif nutrisi yang aman untuk anak yang alergi susu sapi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
Nah, kebaikan formula soya bisa Anda temukan di SGM Eksplor ISOPRO Soy yang bebas laktosa dari isolat protein soya berkualitas. Tenang Moms, susu ini juga dilengkapi nutrisi sebaik susu sapi, mulai dari IronC, DHA, omega 3&6, minyak ikan tuna, serta tinggi vitamin D dan kalsium.
Yuk, dukung tumbuh kembang si Kecil yang alergi susu sapi tetap optimal dengan SGM Eksplor ISOPRO Soy! Karena, lebih cepat atasi gejalanya, lebih baik eksplorasinya!
