Mengenal Polidaktili dan Silidaktili, Kondisi Anak Punya Jari Lebih dari 5
7 Oktober 2025 11:16 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Mengenal Polidaktili dan Silidaktili, Kondisi Anak Punya Jari Lebih dari 5
Apa penyebab polidaktili dan silidaktili yang membuat anak punya jari lebih dari 5? Ini kata dokter.kumparanMOM

Moms, tak semua anak lahir dengan kondisi tubuh yang sama. Seperti cerita seorang ayah dengan akun Instagram @venggiovisa yang anaknya terlahir dengan tangan kiri memiliki lebih dari lima jari atau jempolnya tampak bercabang.
Awalnya, sang ayah hanya mengira bentuk jari tersebut berbeda dari biasanya. Namun setelah diperiksa, dokter menemukan bahwa sang anak bukan hanya mengalami polidaktili tetapi juga silidaktili, sehingga harus dilakukan operasi.
Karena saat itu sedang masa pandemi, proses operasi pun sempat tentunda. Namun operasi kembali dilakukan di RSUP Fatmawati dengan serangkaian tes yang perlu dilakukan seperti rontgen dan melakukan swab PCR.
Satu setengah jam berlalu operasi selesai dengan jempol kiri Rafa terbalut perban, dan sementara waktu ada kawat yang tertancap di tengah jempol tangan kirinya. Fungsi kawat tersebut untuk meluruskan posisi jari yang bengkok dan akan dilepas setelah satu bulan pascaoperasi.
Sehari setelah operasi, Rafa sudah kembali ceria dan aktif seperti sedia kala. Biaya total operasi Rp 27 juta diluar periksa dan kontrol. Namun kabar baiknya operasi ini juga bisa dicover BPJS.
Apa Itu Polidaktili dan Sindaktili pada Jari Anak?
Menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), polidaktili adalah kondisi di mana seseorang memiliki lebih dari lima jari pada tangan atau kakinya. Biasanya, jari tambahan ini muncul di dekat jempol atau kelingking, namun tidak berfungsi seperti jari normal.
Sementara itu, sindaktili terjadi ketika dua atau lebih jari saling menempel sehingga tidak terpisah seperti seharusnya. Kondisi ini bisa melibatkan hanya kulit atau sampai ke tulang.
Apakah Harus Dioperasi?
Menurut dr. Reza penanganan polidaktili dan sindaktili tidak selalu sama.
βPada sindaktili, anak perlu operasi untuk memisahkan jari agar lebih mudah menggenggam dan melatih motorik halusnya,β jelas dr. Reza kepada kumparanMOM, Senin (6/10)
Sedangkan pada polidaktili, operasi biasanya lebih bersifat estetika, karena jari tambahan tersebut tidak berfungsi.
βOperasi dilakukan bukan karena berbahaya, tapi untuk memperbaiki penampilan dan fungsi tangan anak,β tambahnya.
Umumnya Disebabkan oleh Faktor Genetik
Polidaktili dan sindaktili umumnya dipengaruhi faktor genetik, meski kadang muncul tanpa riwayat keluarga serupa. Dikutip dari Healthline, kondisi ini bisa terdeteksi sejak bayi lahir, bahkan pada beberapa kasus dapat diketahui melalui pemeriksaan USG kehamilan.
Apa yang Harus dilakukan untuk Orang Tua
Bila Anda menemukan adanya jari tambahan atau jari yang menempel pada bayi, jangan panik, Moms. Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak atau bedah ortopedi untuk menentukan langkah terbaik.
Ya, Moms, dengan penanganan yang tepat, anak dapat tumbuh dan beraktivitas dengan fungsi tangan yang optimal serta rasa percaya diri yang lebih baik.
