Menyusui Bisa Lindungi Ibu dari Kanker, Ini Studinya!

24 Oktober 2025 14:47 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menyusui Bisa Lindungi Ibu dari Kanker, Ini Studinya!
Menyusui ternyata punya manfaat yang jauh lebih besar dari yang kita bayangkan: dapat melatih tubuh untuk membuat sistem perlindungan terhadap berbagai penyakit.
kumparanMOM
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
Menyusui tidak sekadar memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi, tetapi juga memiliki manfaat baik bagi kesehatan ibunya. Salah satu penyakit yang dapat diturunkan risikonya lewat menyusui adalah kanker payudara.
Tetapi, penelitin terbaru mengungkap payudara kita --yang digunakan untuk menyusui-- juga bisa memiliki lapisan perlindungan yang luar biasa. Ternyata, menyusui dapat sekaligus 'melatih' tubuh untuk melindungi diri sendiri, lho! Apa maksudnya?
Dikutip dari Motherly, penelitian yang dipublikasikan di Nature oleh tim Peter MacCallum Cancer Centre, Australia, menemukan bahwa proses menyusui mengaktifkan respons pertahanan jangka panjang pada jaringan payudara. Respons imun ini tampaknya bertahan jauh setelah masa menyusui berakhir, sehingga memberikan perlindungan alami terhadap risiko kanker di kemudian hari.
Dipimpin oleh Dr. Sherene Loi, ahli onkologi dan peneliti utama studi tersebut, tim menganalisis sampel jaringan payudara dari 260 perempuan berusia 20 hingga 70 tahun dengan berbagai latar belakang. Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang pernah menyusui memiliki jumlah sel imun khusus, yaitu sel T CD8+, dalam kadar yang jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak menyusui.
Sel T CD8+ ini berfungsi seperti penjaga keamanan tubuh, yang 'berpatroli' di jaringan payudara dan siap mengenali serta menghancurkan sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi ganas. Lebih mengejutkan lagi, sebagian sel ini dapat bertahan di jaringan payudara hingga 50 tahun setelah masa menyusui.
Diuji pada Hewan dan Menunjukkan Hasil Serupa
Dalam studi lanjutan menggunakan tikus, para peneliti menemukan hasil yang konsisten. Tikus yang mengalami kehamilan, menyusui, dan penyapihan memiliki peningkatan jumlah sel T pelindung yang sama.
Ketika terpapar sel kanker payudara agresif, pertumbuhan tumor pada tikus-tikus tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan tikus yang tidak menyusui. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh β€œmengingat” pengalaman menyusui dan tetap siaga melindungi tubuh.
Makna Menyusui bagi Kesehatan Ibu
Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
Menyusui telah lama diketahui dapat menurunkan risiko kanker payudara sekitar 4,3 persen untuk setiap tahun menyusui, seperti yang tercatat dalam jurnal Cancer Medicine. Namun, alasan di balik efek perlindungan itu baru mulai terungkap melalui studi terbaru ini.
Penelitian di Nature menunjukkan, menyusui memicu pembentukan sel imun khusus yang meninggalkan jejak kekebalan jangka panjang. Dengan kata lain, tubuh ibu seolah membangun sistem pertahanan alami yang terus aktif dalam mendeteksi perubahan abnormal pada sel payudara.
Dr. Loi dan timnya berharap temuan ini dapat menjadi dasar untuk merancang strategi baru dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Termasuk cara memperkuat daya tahan imun tubuh berdasarkan mekanisme alami yang terjadi selama menyusui.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa menyusui bukan jaminan mutlak untuk mencegah kanker payudara. Faktor lain seperti usia, genetika, dan paparan hormon tetap berperan besar dalam menentukan risiko seseorang.

Kehamilan dan Masa Pascapersalinan Juga Bisa Menjadi Awal Kesehatan Ibu hingga Jangka Panjang

Penelitian ini juga menambah bukti bahwa kehamilan dan masa pascapersalinan memberikan pengaruh jangka panjang terhadap kesehatan ibu. Para ilmuwan berpendapat bahwa sel-sel imun tersebut awalnya terbentuk untuk melawan infeksi seperti mastitis, namun ternyata juga berfungsi dalam mengawasi dan menekan pertumbuhan sel kanker dini.
Nah Moms, menyusui tetap merupakan pilihan pribadi dan tidak selalu dapat dilakukan oleh setiap ibu. Itu karena kondisi setiap ibu bisa berbeda-beda, sehingga ada yang bisa memberikan ASI secara penuhu dan tidak.
Tetapi, yang bisa menjadi pengingat yang menenangkan sekaligus mengagumkan adalah tubuh kita terus bekerja melindungi, bahkan bertahun-tahun setelah masa menyusui berakhir. Jadi, tetap semangat untuk menyusui si kecil ya, Moms!
Trending Now