Nikita Willy Sering Disebut Soft Spoken, Bisakah Kita Mengikutinya?
25 September 2025 16:05 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Nikita Willy Sering Disebut Soft Spoken, Bisakah Kita Mengikutinya?
Nikita Willy bingung disebut sebagai ibu yang soft spoken. Kita juga bisa seperti Nikita lho, bagaimana caranya?kumparanMOM

Nikita Willy menjadi salah satu selebriti yang kerap mendapat perhatian dari warganet karena pola parenting yang ditetapkan terhadap kedua putranya, Issa Xander dan Nael Idrissa Djokosoetono. Banyak yang menilai, Nikita adalah sosok ibu yang soft spoken.
Julukan tersebut disematkan kepada Nikita lantaran ia kerap menampilkan dirinya terlihat sabar dan tenang ketika berinteraksi dengan anak-anaknya maupun saat berbicara tentang rumah tangganya.
Tetapi rupanya, Nikita sendiri tidak memahami alasan ia disebut sebagai sosok ibu yang soft spoken.
"Tapi kalau dilihat dari dulu, memang peran-peran aku di sinetron selalu protagonis. Mungkin kebawa peran sampai sekarang. Jadi, kayak misalkan sebenarnya mau lebih tegas, mau teriak ke anak-anak, kayaknya memang nggak bisa dari sananya," ungkap Nikita saat press conference Happy Family Day bersama Lemonilo, Selasa (23/9).
Meski begitu, ia menilai dirinya sama seperti kebanyakan ibu lainnya yang menghadapi anak sakit, tantrum, menolak makan, dan sebagainya. Namun, istri Indra Priawan itu meyakini parenting dengan penuh cinta akan membantunya untuk mau terus belajar mengasuh anak, yang ilmunya tidak akan habis sepanjang hidup.
"Karena menjadi ibu adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan, pembelajaran, dan cinta. Itu yang membuat saya tetap semangat untuk terus belajar, karena bukan hanya tentang anak-anak saja, tetapi kita juga. Dari anak-anak kita belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Kelihatannya mudah, padahal aslinya sama dengan yang lain. The struggle are real," tegas dia.
Apakah Kita Juga Bisa Menjadi Orang Tua yang Lembut seperti Nikita Willy?
Jawabannya, bisa saja, Moms! Psikolog klinis anak dari Columbia University, Becky Kennedy, mengungkapkan kunci untuk membesarkan anak agar menjadi kuat secara mental dan tangguh bukanlah lewat didikan keras dan berlebihan. Tetapi, mengasuh mereka dengan penuh kasih sayang.
"Rasanya kita menganggap belas kasih itu kurang baik, akan membuat mereka menjadi lemah, dan mudah tersinggung," ujar Kennedy, seperti dikutip dari CNBC.
Ketika kekecewaan seorang anak kecil berujung pada tantrum, reaksi berlebihan dan kritik dari orang tua justru dapat memperburuk perasaan anak. Sebaliknya, mengakui kekecewaan anak dengan dapat menciptakan ketenangan dan merasa didukung. Maka dari itu, Kennedy sangat menyarankan orang tua untuk dapat membantu anak untuk merasa dipahami, terutama saat terlihat sedang kesal atau kesulitan.
"Orang tua dapat menggunakan kalimat seperti 'Tidak apa kok kami kesal, tapi tidak boleh memukul, ya. Hal ini menunjukkan kepada mereka bahwa perasaan marah atau sedih itu normal. Tetapi, mengganggu atau menyakiti orang lain itu tidak baik," ucap psikoterapis Amy Morin.
Anda juga perlu tahu bahwa orang dewasa yang tangguh secara mental cenderung memiliki welas kasih (perasaan empati dan kasih sayang) terhadap dirinya sendiri. Dan kepribadian ini sudah mulai bisa dibangun sejak usia dini.
Untuk belajar menjadi orang tua yang lemah lembut atau soft spoken, beberapa tips ini bisa dicoba, Moms:
Meski berbicara lembut bisa membantu banyak kepribadian anak, tetapi bukan berarti kita menjadi orang tua pasif. Anak-anak tetap membutuhkan aturan dan batasan yang jelas dari orang tuanya.
Dan ingat, perbedaan budaya dan norma keluarga juga memengaruhi, sehingga apa yang dianggap 'lembut' dan 'kasar' pun bisa bervariasi. Tidak kalah penting, kondisi emosional Anda sebagai orang tua juga berperan dalam menerapkan tips-tips di atas, Moms. Jika Anda sendiri sedang stres atau frustrasi, 'suara lembut' Anda pun mungkin akan jadi terdengar tidak tulus atau meremehkan.
