Obesitas pada Anak, Ancaman Serius bagi Kesehatan dan Masa Depan

27 September 2025 11:01 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Obesitas pada Anak, Ancaman Serius bagi Kesehatan dan Masa Depan
Bukan hanya penyakit tapi obesitas menjadi ancaman bagi kesehatan di masa depan.
kumparanMOM
Cross-Sectoral Obesity Awareness Forum 2025 yang diselenggarakan Kemenkes, Royal Danish Embassy dan Novo Nordisk Indonesia, Rabu (24/9/2025). Foto: Dhini Hidayati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cross-Sectoral Obesity Awareness Forum 2025 yang diselenggarakan Kemenkes, Royal Danish Embassy dan Novo Nordisk Indonesia, Rabu (24/9/2025). Foto: Dhini Hidayati/kumparan
Moms, apakah Anda menyadari bahwa obesitas tidak hanya menjadi masalah orang dewasa, tetapi kini banyak dialami anak-anak di Indonesia? Menurut Kementerian Kesehatan, data terbaru menunjukkan 1 dari 5 anak usia 5โ€“12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi obesitas terus meningkat di semua kelompok usia. Tidak hanya pada orang dewasa, angka obesitas anak juga kian mengkhawatirkan. Pada usia dewasa 18 tahun ke atas meningkat dari 21,8% menjadi 23,4% pada tahun 2018 kemudian untuk usia 15 tahun ke atas atau dalam kategori remaja juga meningkat dari 31% menjadi 36,8% di tahun yang sama.
Fenomena ini mencerminkan adanya double burden of malnutrition di mana di satu sisi masih ada anak yang kekurangan gizi, sementara di sisi lain banyak yang mengalami obesitas.
โ€œBanyak yang masih beranggapan bahwa anak sehat sama dengan gemuk. Padahal anak dan remaja dengan obesitas kemungkinan besar mengalami obesitas di masa dewasa dan meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis,โ€ ujar dr. Farid Kurniawan, Sp.PD, Ph.D mewakili Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) pada acara Cross-Sectoral Obesity Awareness Forum 2025 yang diselenggarakan Kemenkes, Royal Danish Embassy, dan Novo Nordisk Indonesia.

Kenapa Obesitas pada Anak Berbahaya?

Ilustrasi anak obesitas. Foto: Shutterstock
Obesitas terjadi ketika tubuh menyimpan lemak berlebih yang berdampak buruk bagi kesehatan. Pada anak, hal ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular (PTM), seperti:

Faktor Penyebab Obesitas pada Anak

Ilustrasi anak obesitas Foto: Shutterstock
Obesitas pada anak bukan semata karena kurangnya disiplin atau sekadar kebanyakan makan. Banyak faktor yang berperan, antara lain:

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

Peran orang tua sangat penting untuk mencegah dan mengatasi obesitas pada anak.. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
Selain faktor biologis, faktor struktural dan lingkungan seperti keterbatasan akses terhadap makanan sehat, desain perkotaan yang tidak mendukung aktivitas fisik, serta keterbatasan akses layanan kesehatan untuk intervensi dini juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan angka obesitas di Indonesia.
โ€œObesitas adalah penyakit serius dan kronis yang membutuhkan solusi jangka panjang berbasis sains. Di Indonesia, Novo Nordisk berkomitmen mendorong perubahan melalui inovasi, kemitraan, dan aksi lintas sektorโ€”karena tidak ada satu pihak pun yang dapat menyelesaikan tantangan ini sendirian. Fokus kami adalah mendukung upaya menghadirkan inovasi global terbaru dalam penanganan obesitas ke Indonesia, dalam kerangka kerja yang menjamin keamanan pasien serta akses berkelanjutan,โ€ ujar Sreerekha Sreenivasan selaku General Manager Novo Nordisk Indonesia.
Trending Now