Penting, Moms! Terlalu Sering Mengelap Mulut Anak saat Makan Bisa Memicu GTM

4 Oktober 2025 18:30 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penting, Moms! Terlalu Sering Mengelap Mulut Anak saat Makan Bisa Memicu GTM
Ada begitu banyak penyebab anak menolak makan alias GTM, dan terkadang bisa disebabkan oleh hal yang tampak sepele, lho!
kumparanMOM
Anak menolak makan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Anak menolak makan. Foto: Shutter Stock
Moms, tahukah Anda bahwa terkadang anak bisa jadi malas atau menolak makan, hingga melakukan gerakan tutup mulut (GTM) karena dipicu hal sepele. Salah satunya adalah kebiasaan orang tua atau pengasuh yang terlalu sering mengelap mulutnya saat sedang belajar makan, lho!
Ya, meski bukan merupakan satu-satunya penyebab, ternyata terlalu sering mengelap mulut anak bisa mengganggu proses makan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Kenapa Mengelap Mulut Bisa Bikin Anak Malas Makan?

Feeding Littles melansir, bagi balita, waktu makan bukan sekadar mengisi perut. Di momen itu, mereka sedang belajar banyak hal: mengenal rasa, tekstur, warna makanan, hingga melatih koordinasi tangan dan mulut.
Nah, jika setiap kali makanan menempel di bibir atau pipi langsung dilap, aktivitas belajar itu bisa terganggu. Anak jadi kehilangan fokus dan merasa tidak nyaman.
Menurut lembaga perkembangan anak Zero to Three, membiarkan anak bereksplorasi dengan makanannya membantu melatih kemampuan sensorik dan motorik halus yang penting untuk tumbuh kembangnya.
Pentingnya eksplorasi sensorik
Anak butuh eksplorasi sensorik saat makan. Tekstur makanan yang lembek, licin, atau bahkan menempel di kulit, adalah cara tubuh mereka belajar mengenal dunia.
Apabila setiap belepotan langsung dibersihkan, anak kehilangan kesempatan untuk belajar lewat pengalaman sensorik ini. Dalam jangka panjang, hal itu bisa membuat anak enggan menyentuh atau mencicipi makanan dengan tekstur tertentu β€” kondisi yang dikenal sebagai sensory aversion.
Platform edukasi makan bayi berbasis riset seperti Feeding Littles dan Solid Starts juga menekankan hal serupa: biarkan anak menikmati proses makannya, meski agak berantakan. Itu justru tanda bahwa ia sedang belajar.
Bisa memengaruhi hubungan anak dengan makanan
Selain mengganggu eksplorasi, terlalu sering mengelap mulut anak juga bisa membentuk asosiasi negatif terhadap kegiatan makan. Anak jadi merasa makan itu β€œkotor”, β€œnggak nyaman”, atau bahkan β€œaktivitas yang harus dihindari.”
Akibatnya, makan bukan lagi momen yang menyenangkan β€” padahal rasa nyaman sangat berperan dalam membangun kebiasaan makan yang sehat.
Ilustrasi anak makan Foto: Shutter Stock

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Sedikit kotor tak apa, yang penting anak senang
Proses belajar makan memang penuh tumpahan dan belepotan. Tapi justru di sanalah anak belajar banyak hal β€” tentang rasa, tekstur, dan kepercayaan diri untuk makan sendiri.
Jadi, biarkan mereka menikmati setiap suapan, walau sedikit berantakan. Karena anak yang nyaman saat makan akan tumbuh jadi happy eater di masa depan.
Trending Now