Popok Terlalu Tebal Bisa Hambat Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter

21 November 2025 14:53 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Popok Terlalu Tebal Bisa Hambat Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Popok terlalu tebal ternyata bisa menghambat tumbuh kembang anak, Moms.
kumparanMOM
Ilustrasi popok. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi popok. Foto: Shutter Stock
Selama ini kebanyakan orang tua memilih popok bayi hanya dilihat dari bocor atau tidaknya, dan menimbulkan ruam pada kulit bayi atau tidak. Padahal, ada faktor lain yang tak kalah penting untuk dipertimbangkan, yakni ketebalan popok.
Ya Moms, tanpa disadari, pemilihan popok yang tidak tepat, terutama yang terlalu tebal, dapat memengaruhi proses belajar gerak anak. Padahal perkembangan motorik anak merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua.
Tahapan seperti tengkurap, duduk, merangkak, hingga berjalan menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak di masa depan.

Kenapa Popok Tebal Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak?

Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
Menurut Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, popok yang terlalu tebal dapat menimbulkan jarak berlebih di antara kedua tungkai bawah anak. Kondisi ini membuat anak kesulitan mengatur keseimbangan tubuh dan memperberat posisi pijakan kaki yang lebar (wide stance), terutama pada anak yang sedang bergerak melangkah dan berjalan.
β€œPopok yang tebal dapat menghambat pergerakan anak karena membuat area panggul dan paha terasa berat dan kaku. Akibatnya, anak kesulitan menjaga keseimbangan, langkahnya menjadi lebih pendek, dan gerakan tampak kaku ketika bergerak melangkah dan berjalan,” jelas Prof. Rini. Penelitian ilmiah juga mendukung temuan ini. Studi yang dimuat dalam Developmental Science (2012) menunjukkan bahwa penggunaan popok kain meningkatkan risiko anak kehilangan keseimbangan hingga 17%, dibandingkan 9% saat berjalan tanpa popok.
Ilustrasi bayi merangkak dengan popok yang nyaman. Foto: Chakkaphong Nutalay/Shutterstock Foto: Shutterstock
Di mana popok kain akan membuat volume menjadi lebih tebal. Dan hal ini sejalan dalam penelitian Scientific Reports (2021) menunjukkan bahwa popok tebal dan basah dapat mengubah cara berjalan anak, yaitu dengan meningkatkan putaran panggul, memperlebar posisi kaki, serta memperpendek langkah. Kondisi ini membuat cara berjalan anak menjadi kurang stabil dan kurang efisien. Perkembangan motorik kasar pada anak melibatkan kemampuan menggerakkan otot besar seperti tangan, kaki, dan badan untuk aktivitas seperti tengkurap, duduk, berdiri, merangkak, melangkah, berjalan, hingga berlari. Ketika bayi mengenakan popok yang terlalu tebal, ruang geraknya menjadi terbatas, dan otot kaki tidak bekerja optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kecepatan anak mencapai kemampuan berjalan mandiri.
Popok yang tidak ergonomis dapat menekan area panggul, membuat bayi cepat lelah, dan menurunkan minat anak untuk bereksplorasi. Padahal, masa bayi dan balita merupakan periode emas di mana anak membutuhkan kebebasan untuk bergerak dan bereksplorasi agar tumbuh kembangnya optimal.
Menurut Prof. Rini, kebebasan bergerak sangat penting untuk mendukung kemampuan anak untuk melakukan koordinasi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta rasa ingin tahu anak.
β€œBebas bergerak berarti memberikan bagi anak untuk belajar, bereksplorasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dari situ, orang tua bisa melihat minat, bakat, serta kemampuan alami yang muncul dari proses eksplorasi,” tambahnya.
Bergerak dan bereksplorasi juga memiliki peran penting dalam perkembangan kognitif, kemandirian, dan sosial anak. Saat anak aktif bergerak, sistem saraf dan otot berkembang selaras, sehingga kemampuan koordinasi tubuh semakin baik. Selain itu, anak yang aktif juga lebih mudah mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan rasa percaya diri.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan orang tua untuk lebih memperhatikan jenis popok yang digunakan anak sehari-hari. Popok yang tipis, ringan, dan memiliki daya serap tinggi dapat membantu anak bergerak lebih bebas tanpa merasa berat atau mendapatkan hambatan di bagian kaki.
Orang tua juga perlu memperhatikan tanda-tanda bahwa popok anak terlalu tebal, seperti posisi kaki dan area sekitar pinggul dan kaki yang melebar saat berdiri, gerakan kaku, atau anak tampak tidak nyaman ketika bermain. Memilih popok yang ergonomis, tipis dan lembut di kulit tidak hanya mendukung kebebasan bergerak, tetapi juga membantu menjaga kesehatan bayi dan balita termasuk membuat bayi tidur lelap. Dengan pemilihan popok yang tepat, anak dapat beraktivitas lebih nyaman, mengeksplorasi lingkungannya tanpa hambatan, dan mencapai perkembangan motorik dan ranah perkembangan anak lainnya dengan optimal. β€œBergerak dan bereksplorasi adalah bahasa alami anak dalam belajar dan bertumbuh. Tugas orang tua adalah memastikan tidak ada hambatan dari lingkungan, termasuk dari hal sederhana seperti popok yang digunakan setiap hari,” tutup Prof. Rini.
Trending Now