Posisi Seks yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil
25 Februari 2023 19:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Posisi Seks yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil
Penjelasan seputar posisi seks yang sebaiknya dihindari ibu hamil agar tidak menimbulkan risiko pada kehamilannya.kumparanMOM

Di sisi lain, sebagian ibu hamil memang merasa kurang nyaman saat berhubungan seks. Nah sebetulnya posisi seks seperti apa pun aman asal Anda merasa nyaman. Jadi tidak apa lebih lama 'pemanasan' untuk bereksperimen menemukan posisi yang terbaik.
Tetapi, perlu juga mengetahui apa saja posisi seks yang sebaiknya dihindari selama kehamilan untuk menghindari risiko tertentu. Posisi apa saja, dan kenapa ya?
Posisi Seks yang Sebaiknya Dihindari Selama Hamil
Dikutip dari Healthline, tidak semua aktivitas seks memerlukan penetrasi untuk mencapai kenikmatan maksimal. Ada beberapa ibu hamil yang mungkin lebih nyaman mendapatkan klimaksnya lewat rangsangan klitoris dengan jari.
Namun, coba hindari posisi seks misionaris atau ibu berada di bawah dengan posisi telentang, dan suami di atas sebagai pemegang kendali. Posisi ini dikhawatirkan bisa menekan aliran darah ke ibu dan bayi, serta bisa menekan perut sang istri yang semakin membesar. Posisi ini sangat tidak disarankan saat usia kehamilan sudah di atas 20 minggu.
Kemudian hindari posisi apa pun yang mengharuskan ibu hamil dalam posisi tengkurap. Atau posisi lainnya yang tidak disarankan oleh dokter kandungan sesuai kondisi kehamilan masing-masing.
Bercinta saat hamil juga tidak nyaman karena faktor payudara yang 'melunak'. Sehingga, bisa jadi pasangan jadi tidak nyaman untuk melakukan penetrasi terlalu dalam.
Jadi, bila ingin melakukan seks dengan nyaman dan aman, pilihlah posisi dengan berbaring miring, baik saling berhadapan maupun berlawanan dengan pasangan. Sesekali juga boleh mencoba gaya woman on top sambil berlutut yang aman dan tidak akan mengganggu kehamilan.
Jadi, sebelum berhubungan seks, komunikasikan tentang posisi apa yang diinginkan. Sebab, bila memaksakan posisi seks tertentu dikhawatirkan bisa membuat wanita stres, yang akhirnya berpengaruh ke janin.
