Risiko yang Bisa Terjadi Jika Telat Suntik KB
3 Oktober 2025 13:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
Risiko yang Bisa Terjadi Jika Telat Suntik KB
Apakah Anda pengguna suntik KB dan sempat lupa tidak menyuntikkan ke badan?kumparanMOM

Metode suntik KB (khususnya jenis yang menggunakan medroksiprogesteron asetat — biasanya dikenal dengan merek “Depo-Provera”/DMPA) adalah salah satu metode kontrasepsi hormonal jangka menengah yang populer karena penggunaannya relatif praktis (sekali suntik setiap 3 bulan).
Namun mengutip Mayo Clinic, seperti metode hormonal lainnya, KB suntik memiliki kemungkinan efek samping. Kemudian jika seseorang terlambat melakukan injeksi ulang (melebihi jangka waktu ideal), terdapat beberapa risiko tambahan yang perlu diketahui.
Sebelum kita membahas efek dari keterlambatan, ada baiknya kita ulas dahulu efek samping yang bisa muncul ketika metode ini digunakan secara normal:
Perubahan pola perdarahan (menstrual)
Penurunan kepadatan tulang
Penggunaan jangka panjang (lebih dari 2 tahun) berpotensi melemahkan tulang (osteopenia/osteoporosis). Namun, setelah penggunaan dihentikan, sebagian kepadatan tulang dapat pulih kembali.
Perubahan berat badan
Beberapa pengguna melaporkan kenaikan berat badan.
Gejala sistemik lainnya
Termasuk mual, sakit kepala, pembengkakan abdomen, perubahan suasana hati / depresi, nyeri payudara, kelelahan, reaksi lokal di tempat suntik (nyeri, bengkak).
Penundaan kembalinya kesuburan setelah berhenti
Setelah injeksi terakhir, sebagian wanita membutuhkan waktu rata-rata 9-10 bulan untuk memulai ovulasi kembali.
Itu adalah efek samping yang berkaitan dengan penggunaan normal. Sekarang mari kita fokus ke apa yang bisa terjadi jika suntik ulang terlambat.
Efek & Risiko Khusus Karena Telat Suntik KB Ulang
Ketika suntik ulang KB suntik tertunda, beberapa hal berikut bisa menjadi konsekuensi:
Penurunan efektivitas kontrasepsi dan risiko kehamilan meningkat
Ketika interval injeksi melebihi periode ideal, kadar hormon mungkin sudah menurun sehingga perlindungan terhadap ovulasi menjadi lemah. Ini membuka kemungkinan terjadinya kehamilan. Studi menyebut bahwa penundaan janji injeksi (untuk metode pil atau injeksi) meningkatkan risiko kegagalan kontrasepsi.
Perubahan pola perdarahan yang lebih tidak teratur
Karena fluktuasi hormon yang lebih tajam atau tak stabil akibat jeda suntik, perdarahan tidak teratur atau spotting bisa lebih intens atau sulit diprediksi.
Gejala hormonal lebih terasa / fluktuatif
Ketika ada jeda, tubuh mungkin merasakan “kekurangan hormon” sementara sebelum suntikan berikutnya bekerja optimal, sehingga gejala seperti nyeri payudara, kram, perubahan suasana hati bisa lebih nyata.
Ketidakpastian dalam manajemen kontrasepsi darurat
Apabila seseorang terlambat dan kemudian melakukan suntik ulang, mereka mungkin disarankan menggunakan metode kontrasepsi tambahan (misalnya kondom) selama beberapa hari agar perlindungan kembali optimal.
Kemungkinan berhenti menggunakan metode karena efek samping yang mengganggu
Studi menunjukkan bahwa salah satu alasan penghentian KB suntik adalah karena efek samping atau ketidaknyamanan, serta karena terlambat suntik. Dalam satu penelitian di Burkina Faso, dari mereka yang menghentikan metode DMPA, 13,8 % menyebut karena terlambat suntik.
Cara Menangani Jika Terlambat Suntik
Berikut beberapa langkah yang umum dianjurkan bila Anda terlambat suntik KB:
Kesimpulan
Telat suntik KB dapat mengurangi efektivitas metode dan meningkatkan risiko kehamilan.
Efek samping yang umum pada KB suntik (perubahan perdarahan, berat badan, mood, penurunan kepadatan tulang) tetap ada, dan keterlambatan bisa memperparah ketidakstabilan hormon sementara.
Untuk keamanan, jika terlambat suntik, sebaiknya Anda menggunakan metode tambahan dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan.
