Selain Akademik, Ini 3 Keterampilan yang Penting Dimiliki Anak
14 Januari 2026 17:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Selain Akademik, Ini 3 Keterampilan yang Penting Dimiliki Anak
Orang tua diharapkan tidak hanya fokus pada nilai dan prestasi, tapi juga mendampingi anak dalam mengembangkan keterampilan hidup untuk masa depannya.kumparanMOM

Kecerdasan akademik kerap dianggap sebagai kunci utama kesuksesan anak di masa depan. Padahal, ada keterampilan lain yang sama pentingnya agar anak bisa bertahan dan berkembang menghadapi berbagai tantangan hidup.
Psikolog Pendidikan Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, menekankan bahwa agar anak mampu bertahan (survive) dan sukses di masa depan, mereka membutuhkan keterampilan hidup yang melampaui nilai rapor dan kemampuan kognitif.
โDisamping kemampuan akademik dan kecerdasan berpikir, berikut adalah beberapa keterampilan kunci lain yang dibutuhkan agar anak survive di masa depan,โ tutur Orissa kepada kumparanMOM, Selasa (13/1).
3 Keterampilan Penting agar Anak Bisa Bertahan dan Sukses di Masa Depan
1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)
Pertama, keterampilan pertama yang sangat penting adalah kesadaran diri. Anak perlu mengenal apa yang ia sukai dan tidak sukai, memahami kelebihan serta kekurangannya, dan mengetahui bagaimana cara memberdayakan potensi yang dimiliki sekaligus mengatasi keterbatasannya.
Menurut Orissa, dengan self-awareness yang baik, anak juga akan lebih memahami apa yang benar-benar penting bagi dirinya dan tujuan apa yang ingin ia capai dalam hidup.
โSehingga dia menjadi tidak terlalu mudah untuk terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Dan tidak mudah merasa rendah diri atau tidak percaya diri ketika mengambil jalan yang berbeda dari orang lain,โ ucapnya.
2. Kemampuan Regulasi Diri
Kedua, anak juga perlu memiliki kemampuan regulasi diri yang baik. Anak yang mampu mengelola dirinya cenderung lebih adaptif, lebih tahan menghadapi tantangan, dan mampu mencari solusi sesuai dengan kebutuhannya, meskipun kemampuan akademiknya mungkin tergolong biasa saja.
โYang termasuk kemampuan regulasi diri seperti kemampuan merencanakan, merencanakan waktu, merencanakan prioritas tugas Kemudian memotivasi diri sendiri untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Dan terakhir, kemampuan mengelola emosi. Tidak meledak-ledak, terutama di saat terjadi sesuatu yang diluar apa yang diharapkan,โ tegas Orissa.
3. Keterampilan Sosial
Ketiga, keterampilan penting berikutnya adalah keterampilan sosial. Ini meliputi kemampuan berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dalam tim, berempati, mengelola konflik secara sehat, hingga membangun jejaring atau networking.
Di dunia kerja dan kehidupan sosial, keterampilan ini sering kali menjadi penentu keberhasilan. Tidak sedikit kegagalan yang terjadi bukan karena seseorang kurang pintar, melainkan karena keterbatasan dalam keterampilan sosial dan emosional.
โJadi, sebagai orang tua, semoga kita juga bukan hanya memperhatikan keterampilan akademis dari kemampuan berpikir, tetapi juga tiga hal tadi untuk kita membantu anak supaya lebih sukses di masa depan,โ imbuhnya.
