Studi: Paparan Aroma Makanan Berlemak saat Hamil Bisa Picu Obesitas pada Anak

20 Desember 2025 17:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Paparan Aroma Makanan Berlemak saat Hamil Bisa Picu Obesitas pada Anak
Studi terbaru menemukan bahwa paparan aroma makanan berlemak saat ibu hamil dapat memengaruhi kondisi kesehatan anak kelak.
kumparanMOM
Ibu hamil makan sup jagung. Foto: Ground Picture/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil makan sup jagung. Foto: Ground Picture/Shutterstock
Apa yang kita makan saat hamil akan sangat memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Namun, sebuah penelitian terbaru memberikan fakta yang cukup mengejutkan: bukan cuma soal kandungan gizinya, tapi aroma makanan tidak sehat pun bisa berdampak. Kok bisa?
Dikutip dari riset dari Max Planck Institute for Metabolism Research yang dipublikasikan di jurnal Nature, tim peneliti melakukan uji coba pada tikus yang sedang dalam kondisi hamil.
Mereka memberikan diet sehat rendah lemak, namun makanan tersebut diperkaya dengan tambahan aroma "perasa daging asap" untuk menghasilkan aroma lemak.
Hasilnya? Meski kondisi kesehatan sang ibu tikus tetap normal dan tidak mengalami perubahan metabolisme, anak-anak yang dilahirkan justru menunjukkan reaksi yang berbeda.

Aroma Makanan dan Risiko Obesitas pada Anak

Ternyata, paparan aroma makanan tidak sehat sejak dalam kandungan hingga masa menyusui (melalui ASI) sudah cukup untuk memicu risiko obesitas pada keturunan di kemudian hari. Anak-anak tersebut ditemukan lebih rentan terhadap resistensi insulin, yang merupakan salah satu tanda awal diabetes tipe 2.
Ilustrasi ibu hamil makan junk food. Foto: Shutter Stock
Tak hanya kesehatan fisik, pola makan ibu ternyata turut memengaruhi perkembangan otak anak. Riset ini menemukan bahwa:
Pemimpin studi, Sophie Steculorum, menjelaskan selama ini fokus peneliti hanya pada kesehatan ibu dan dampak negatif konsumsi lemak berlebih.
"Namun, hasil kami menunjukkan bahwa aroma yang terpapar pada janin dan bayi baru lahir dapat memengaruhi kesehatan mereka di kemudian hari, terlepas dari kondisi kesehatan ibu mereka sendiri," jelasnya.

Mengatur Pola Makan yang Bijak Sejak Masa Kehamilan

Meskipun penelitian ini baru dilakukan pada hewan, para ahli menilai ini adalah pengingat penting bagi para ibu untuk lebih memperhatikan kualitas makanan selama masa kehamilan.
Bicara soal makanan sehat, ahli nutrisi Ilana Muhlstein juga mengingatkan kita untuk tetap memperhatikan porsi. Beberapa makanan yang dianggap "sehat" seperti granola, selai kacang, sourdough, alpukat, pesto, hingga puding chia seed sebenarnya punya kalori yang cukup tinggi dan sebaiknya dikonsumsi secukupnya jika Anda sedang menjaga berat badan.
Ingat Moms! Lemak itu ada dua jenis, yaitu lemak sehat seperti dalam alpukat, tapi ada juga lemak jenuh (seperti pada mentega dan daging merah berlebih), yang jika dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Trending Now