Studi: Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Usus Bayi!

6 Agustus 2025 15:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Studi: Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Usus Bayi!
Stres yang dialami ibu saat hamil ternyata juga bisa memengaruhi kesehatan usus bayi saat lahir lho, Moms!
kumparanMOM
Ilustrasi ibu hamil dengan bayi sungsang Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dengan bayi sungsang Foto: Shutterstock
Ibu hamil perlu menjaga kesehatan fisik dan mentalnya agar bisa menjalani proses kehamilan dengan lancar sampai hari kelahiran tiba. Oleh karena itu, ibu biasanya akan disarankan lebih banyak berpikir positif dan bersenang-senang, serta menghindari hal-hal yang membuat mereka lelah hingga stres.
Meski begitu, penelitian terbaru mengungkap dampak stres yang dialami ibu saat hamil tidak hanya akan berhenti di diri mereka sendiri. Stres yang dirasakan ibu ternyata juga dapat memengaruhi tubuh, otak, dan kesejahteraan bayi di masa depan, Moms.
Dan uniknya, seperti dikutip dari Psychology Today, ada satu dampak stres oleh ibu pada kesehatan lain bayi yang mungkin masih jarang orang ketahui: kesehatan mikrobioma yang berperan begitu besar pada hampir seluruh sistem tubuh kita.
β€œStres selama kehamilan mengubah hormon, termasuk kortisol, yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba usus ibu, dan perubahan itu bisa diwariskan kepada sang bayi," tulis studi yang dilakukan oleh kelompok peneliti asal China, yang dipublikasikan pada jurnal BMC Psychology.
Para peneliti menemukan warisan mikroba dari ibu kepada bayi bisa jadi sama pentingnya dengan warisan genetiknya.
β€œMikroba kita bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Mereka adalah bagian penting dari setiap hewan di planet ini, dan tubuh kita memberi ruang bagi mereka dengan berbagai cara," kata peneliti.

Bagaimana Stres Saat Hamil Bisa Membentuk Mikrobioma Bayi?

Mikrobioma yang merupakan campuran unik bakteri usus bayi sudah mulai terbentuk bahkan sebelum mereka lahir. Selama kehamilan, mikroba di vagina ibu secara bertahap berubah untuk mempersiapkan momen yang disebut para peneliti sebagai "baptisan bakteri" saat persalinan. Mikroba ini, bersama dengan yang masuk lewat ASI, menjadi pondasi penting bagi kesehatan bayi yang baru lahir.
Ibu hamil sakit kepala Foto: Shutterstock
Tapi, stres bisa mengacaukan proses tersebut, Moms. Dalam sebuah studi tahun 2025 yang menggunakan tikus sebagai model kehamilan manusia, peneliti menemukan tikus betina yang mengalami stres kronis melahirkan anak-anak dengan tanda mikroba khusus yang berkaitan dengan depresi jangka panjang. Ketika mikroba ini dipindahkan ke tikus lain, mereka juga menunjukkan perilaku depresif, seperti menunjukkan adanya hubungan antara stres ibu, perubahan mikrobioma, dan dampaknya terhadap kesehatan mental si anak.
Sebuah studi serupa dari University of Pittsburgh, Pensylvania, Amerika Serikat, menemukan ibu hamil dengan tingkat stres tinggi lebih berisiko melahirkan anak yang nantinya menunjukkan gejala ADHD dan perilaku agresif, dan dampaknya bisa bertahan hingga masa remaja.
β€œIntinya, ibu hamil harus dimanja jika kita ingin yang terbaik untuk bayi mereka," kata peneliti.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil agar Terhindar dari Stres

Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock
Terkadang selama kehamilan kita tidak bisa menghindari stres. Tapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres, dan tentunya dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan mikrobioma dan kehamilan yang lebih sehat. Apa saja?
1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Makanan jenis ini bisa membantu mendukung mikrobioma usus yang sehat dan sekaligus melindungi dari efek stres. Pola makan kaya serat selama kehamilan terbukti baik untuk ibu dan bayi, lho, misalnya:
2. Prioritaskan Istirahat
Sistem saraf dan mikrobioma ibu bisa berkomunikasi satu sama lain. Gerakan ringan, menikmati hari dengan santai dan tidur siang, ternyata adalah kebutuhan biologis seorang ibu.
3. Tetapkan Batasan Aktivitas
Selain istirahat cukup, maka yang perlu ibu lakukan adalah membatasi aktivitas agar tidak sampai kelelahan. Bila memungkinkan, Anda tidak perlu mengikuti semua kegiatan atau bisa digantikan oleh orang lain. Ini semua demi kebaikan kesehatan fisik dan emosional Anda, Moms!
Trending Now